BTPS jadi Bank Terunggul Kategori Bank Syariah di Ajang BIA 2026

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank BTPN Syariah Tbk. dinobatkan sebagai sebagai bank terunggul kategori perbankan syariah di ajang Bisnis Indonesia Awards atau BIA 2026, menyisihkan bank syariah lainnya.
 
Pertumbuhan kinerja finansial yang kuat menjadi salah satu faktor yang menempatkan bank dengan kode saham BTPS itu terpilih sebagai yang terunggul berdasarkan penilaian para dewan juri.
 
Bisnis Indonesia Awards (BIA) merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia Group. BIA 2026 merupakan penyelenggaraan ke-24 kali sejak pertama kali digelar pada 2002.
 
Penghargaan BIA merupakan bentuk apresiasi atas kinerja emiten dan korporasi yang dinilai unggul berdasarkan hasil penilaian kinerja keuangan secara kuantitatif maupun aspek kualitatif melalui proses penjurian.
 
Dalam BIA 2026, Bisnis Indonesia Group memberi penghargaan kepada 52 emiten bank dan nonbank, 8 perusahaan penerima special awards, dan 1 orang penerima penghargaan sebagai Best CEO.
 
Dari 52 emiten, sebanyak 13 perusahaan bergerak di sektor layanan keuangan baik dari industri perbankan, asuransi, pembiayaan (multifinance), investasi, dan sekuritas. Adapun, sebanyak 39 perusahaan lainnya bergerak di sektor nonkeuangan.
 
Penilaian atas kinerja emiten telah dilakukan secara bertahap sejak awal Juni 2026. Proses penilaian dimulai dengan pengumpulan data oleh tim riset Data Indonesia (Bisnis Indonesia Group) dengan mengacu laporan keuangan periode 2023, 2024, dan 2025.
 
Penghargaan terunggul untuk kategori Bank Syariah diserahkan oleh Managing Director Bisnis Indonesia Group Hery Trianto dan Komisaris Bisnis Indonesia Group Dorothea Samola kepada perwakilan Bank BTPN Syariah.
 
Berdasarkan laporan kinerja BTPS, perseroan berhasil mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Pertumbuhan kualitas pembiayaan turut menopang capaian laba bersih sampai dengan akhir tahun lalu.
 
Pada 2025, BTPS mencatat laba bersih senilai Rp1,2 triliun atau tumbuh 13% year-on-year (YoY)). Penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,35 triliun dengan rasio keuangan tetap kuat dengan return on assets (RoA) sebesar 7,2% dan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 57,7%.
 
Kinerja sepanjang tahun lalu yang kuat masih tecermin dari capaian sampai dengan kuartal I/2026. Laba bersih BTPS tercatat sebesar Rp319 miliar. Aset mencapai Rp23,2 triliun, tumbuh 7% secara YoY, sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,6 triliun, tumbuh 4% YoY.
 
Penilaian atas kinerja emiten di ajang BIA 2026  telah dilakukan secara bertahap sejak awal Juni 2026. Proses penilaian dimulai dengan pengumpulan data oleh tim riset Data Indonesia (Bisnis Indonesia Group) dengan mengacu laporan keuangan periode 2023, 2024, dan 2025.
 
Proses penjurian melibatkan juri independen yang terdiri dari Senior Economist at Creco Research Raden Pardede sekaligus Ketua Dewan Juri BIA 2026. Selanjutnya, Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Eduardus Tandelilin, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih, dan Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group Arif Budisusilo.
 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fakta Kepribadian Orang yang Banyak Bicara
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Terima Kunjungan ANAO, Puan Bicara soal Penguatan Tata Kelola Negara
• 1 jam laludetik.com
thumb
KPK Pantau Ketat Kondisi Gus Yaqut Usai Jalani Operasi
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Tangis Ronaldo Usai Gagal Membawa Gelar Juara Piala Dunia Bagi Portugal, Putuskan Gantung Sepatu?
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Teknologi dan Inovasi Pertanian Dioptimalisasi Wujudkan Swasembada Pangan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.