JAKARTA, KOMPAS.com - Ruko tempat tewasnya seorang pekerja berinisial IYP (41) akibat terjepit lift yang jatuh di kawasan pertokoan Roxy Mas, Gambir, Jakarta Pusat kini dipasangi garis polisi.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Selasa (7/7/2026) petang, ruko yang terletak di Jalan Roxy Mas Pertokoan Blok D5 tersebut tak lagi beroperasi.
Garis polisi terpasang tepat melintang di area pintu masuk yang menggunakan rolling door besi berwarna cokelat.
Baca juga: Pekerja Gudang di Roxy Mas Jakpus Tewas Terjepit Lift Barang yang Tiba-tiba Jatuh
Namun, saat Kompas.com berada di lokasi pukul 19.00 WIB, lampu-lampu di seluruh area toko menyala karena polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dalam ruko.
Dari luar, terlihat bangunan ruko tersebut memiliki empat lantai yang area jendelanya tertutup teralis.
Menurut keterangan petugas keamanan di sekitar, ruko tersebut merupakan gudang dan kantor pendistribusian alat elektronik spesialis pengeras suara atau speaker
Dari luar, tampak area dalam ruko terlihat seperti ruangan kantor yang dioperasikan untuk gudang penyimpanan barang.
Terdapat meja, kursi, dan lemari serta puluhan tumpukan kardus berwarna cokelat di area dalam ruko dengan tangga untuk naik ke atas di sisi kanan.
Selain itu, di pojok kiri belakang ruko, terlihat area yang digunakan sebagai tempat lift barang, tempat kejadian.
Area menuju lift tersebut saat ini juga dipasangi garis polisi berwarna kuning dan tidak boleh dimasuki siapapun.
Tak terlihat adanya aktivitas pekerja di dalam dan luar ruko tersebut.
Baca juga: Kronologi Pekerja Gudang Tewas Terjepit Lift Barang di Roxy Mas Jakpus
Anggi (32) seorang pekerja ruko lain di sekitar lokasi kejadian, membenarkan bahwa sepanjang hari ini, tak ada pekerja yang beraktivitas di ruko tersebut.
Sejak pagi hingga malam hari, hanya ada beberapa petugas kepolisian yang keluar masuk area ruko untuk melakukan penyelidikan.
"Memang enggak ada sih seharian, cuma polisi aja dari pagi, siang tadi sampai sekarang masih di dalam kayaknya, itu, olah TKP," kata Anggi kepada Kompas.com di lokasi, Selasa.