Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi pada Rabu (8/7), setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan sementara yang bertujuan mengakhiri perang dengan Iran telah “berakhir”. Sementara itu, saham-saham sektor semikonduktor yang sebelumnya tertekan justru menguat dengan dipimpin oleh Broadcom.
Dalam pernyataannya di sela-sela KTT NATO di Turki, Trump mengatakan tidak lagi tertarik melanjutkan pembicaraan dengan Iran. Ia juga memperingatkan Washington kemungkinan akan melancarkan serangan tambahan pada Rabu (8/7) malam.
Mengutip Reuters, indeks S&P 500 turun 0,28 persen dan ditutup di level 7.482,71. Sebaliknya, Nasdaq Composite naik 0,20 persen menjadi 25.870,65, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 1,09 persen ke posisi 52.348,39.
Pernyataan Trump menjadi perkembangan terbaru dalam negosiasi yang selama ini diwarnai tarik ulur antara ancaman eskalasi perang dan harapan tercapainya solusi diplomatik. Kondisi itu membuat pelaku pasar kesulitan membaca arah perkembangan karena beberapa kali muncul harapan perdamaian yang akhirnya tidak terwujud.
“Yang menjadi kunci adalah durasinya. Berapa lama konflik ini akan berlangsung? Jika kita melihat kerusakan pada infrastruktur Iran, pasar kemungkinan akan merespons lebih serius karena ada potensi pembalasan dari Iran,” kata Senior Investment Strategist di U.S. Bank Wealth Management, Rob Haworth.
Saham SpaceX turun 0,8 persen menjadi USD 148,38, yang merupakan penutupan terendah sejak perusahaan satelit dan roket tersebut melantai di bursa pada 12 Juni. Sementara itu, saham Microsoft dan Alphabet masing-masing melemah lebih dari 1 persen, sedangkan Meta Platforms terkoreksi 2 persen.
Di sisi lain, penguatan saham Broadcom membantu menjaga Nasdaq tetap berada di zona hijau. Saham Broadcom melonjak 4,8 persen setelah Apple mengumumkan rencana investasi lebih dari USD 30 miliar sebagai bagian dari perjanjian pasokan chip yang dicapai awal pekan ini dengan perusahaan tersebut.
“Setiap kali Apple mengumumkan akan menggunakan produk Anda, itu tentu menjadi kabar yang sangat positif, apalagi ketika ada sekitar 2,5 miliar perangkat Apple yang digunakan di seluruh dunia,” ujar Chief Market Strategist di B. Riley Wealth, Art Hogan.
Saham Nvidia juga naik 3,65 persen setelah The Information melaporkan bahwa China berencana mengizinkan perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI) terbesar di negara itu membeli sejumlah terbatas chip H200 buatan Nvidia.
Indeks semikonduktor PHLX turut menguat 2,23 persen. Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sebanyak sembilan sektor berakhir di zona merah. Penurunan terdalam terjadi pada sektor industri yang merosot 3,41 persen, disusul sektor material yang turun 2,45 persen.
Harga minyak melonjak setelah pernyataan Trump, dengan kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup naik 5,2 persen. Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga meningkat seiring aksi jual yang meluas ke pasar obligasi.
Eskalasi terbaru perang Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu reli pasar saham yang telah mendorong S&P 500 menguat sekitar 9 persen sepanjang tahun ini, meski sebelumnya sempat mengalami koreksi tajam saat perang di kawasan tersebut pecah.
Kenaikan kembali harga minyak juga dikhawatirkan dapat memicu inflasi dan semakin mempersulit langkah Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Saham-saham sektor perjalanan yang sensitif terhadap harga energi ikut tertekan akibat kekhawatiran meningkatnya biaya bahan bakar dan melemahnya permintaan. Saham United Airlines dan Delta Air Lines masing-masing turun lebih dari 1 persen.
Operator kapal pesiar juga mencatatkan pelemahan. Saham Carnival Corp. turun 3,9 persen, sementara Norwegian Cruise Line melemah 1,9 persen.
Pada hari yang sama, Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3 persen, dengan alasan risiko yang masih tinggi akibat perang di Timur Tengah.
Risalah rapat Federal Reserve bulan lalu juga menunjukkan meningkatnya kekhawatiran para pejabat bank sentral AS terhadap inflasi. Dalam rapat tersebut, para pejabat mengikuti pendekatan Ketua The Fed Kevin Warsh yang mengadopsi pernyataan kebijakan moneter yang lebih ringkas.
Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan Desember mendatang.
Di pasar saham, jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibandingkan yang naik di indeks S&P 500, dengan rasio sekitar 3,5 banding 1.
Volume perdagangan di bursa saham AS juga relatif tipis, dengan total 17,8 miliar saham berpindah tangan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 23 miliar saham per hari selama 20 sesi perdagangan sebelumnya.





