BPH Migas apresiasi kesadaran konsumen BBM subsidi di Pekanbaru

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengapresiasi kesadaran konsumen di Pekanbaru, Riau, yang telah menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan kompensasi secara wajar dan bijak.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan kesadaran masyarakat tidak terlepas dari sosialisasi, yang terus dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta PT Pertamina Patra Niaga sebagai badan usaha penugasan.

Saat melakukan pemantauan langsung ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Riau, Rabu (8/7/2026), Wahyudi mengapresiasi warga dan pengemudi truk logistik yang membeli BBM subsidi dan kompensasi sesuai kebutuhan operasional.

Dalam pemantauan, yang didampingi Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman tersebut, Wahyudi berdialog dengan berbagai pengguna BBM subsidi, mulai dari kurir air bersih dalam jerigen yang menggunakan mobil pick up, hingga pengemudi truk roda 4 atau lebih.

Baca juga: BPH Migas jaga keandalan pasokan BBM untuk dukung logistik di Kalbar

Para pengemudi membeli BBM sesuai kebutuhan operasional harian dan jarak tempuh dengan menggunakan QR code yang sesuai dengan pelat nomor kendaraan.

Praktik tersebut turut membantu menjaga pemerataan distribusi BBM bersubsidi.

"Kami berkomunikasi dengan konsumen yang menggunakan BBM subsidi dan kompensasi. Masyarakat di Pekanbaru ini sangat bijak di mana mereka melakukan pembelian BBM secukupnya," ujarnya di sela kunjungannya ke SPBU di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Rabu (8/7/2026).

Menurut dia, ada konsumen yang membeli BBM kompensasi sebanyak 20 liter untuk dipakai empat hari dan ada pula yang membeli BBM maksimum 15 liter per hari, sesuai jarak tempuh.

"Jadi, dapat disimpulkan, masyarakat di Provinsi Riau, termasuk Pekanbaru membeli BBM secara wajar dan bijak, Ini patut diapresiasi,” ungkapnya.

Wahyudi juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Riau yang menerbitkan surat edaran pembatasan pembelian BBM subsidi maksimal 100 liter per transaksi bagi kendaraan roda enam ke atas.

Kebijakan tersebut membantu mengurangi antrean di SPBU sepanjang jalur utama Trans Sumatera sekaligus mendukung penyaluran BBM yang lebih merata dan tepat sasaran.

"Sebagai salah satu poros utama yang menghubungkan Jawa, Lampung, menuju Medan, SPBU-SPBU di wilayah Pekanbaru memang kerap dipadati oleh kendaraan logistik berukuran besar (long chassis) di mana konsumsi BBM-nya cukup besar. Kebijakan pembelian BBM khusus Biosolar sebanyak 100 liter per transaksi dilakukan agar tidak terjadi antrean yang berkepanjangan," paparnya.

Baca juga: KSP dorong perizinan lahan guna percepat produksi migas nasional

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas (kanan) melakukan kunjungan ke SPBU di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Kepri, Rabu (8/7/2026). ANTARA/HO-Humas BPH Migas Selain meninjau pola konsumsi masyarakat, BPH Migas juga memastikan ketersediaan pasokan BBM di wilayah Riau tetap aman.

Antrean yang terjadi di sejumlah SPBU disebut lebih dipengaruhi tingginya aktivitas kendaraan logistik yang melintasi jalur Trans Sumatera.

"Berdasarkan pengecekan langsung, stok Biosolar di tangki pendam SPBU, rata-rata berada di posisi aman di atas 85 persen. Sementara itu, stok Pertalite dalam kondisi full tank dan aman untuk kebutuhan empat hingga lima hari," terangnya.

Di sisi lain, Sales Area Manager Retail Riau PT Pertamina Patra Niaga Wilson Eddi Wijaya mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan BPH Migas dan pemerintah daerah untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga: Adkasi dorong peningkatan DBH Migas bagi daerah penghasil pada 2027

Langkah yang dilakukan antara lain menambah armada angkut BBM ke SPBU serta menyiagakan tambahan operator agar pelayanan berlangsung lebih cepat.

"Terima kasih kepada BPH Migas yang terus melakukan monitoring maupun memberikan ide, masukan sehingga kami dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Provinsi Riau ini," sebutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fakta-Fakta Supercar McLaren Rp 9 Miliar Terbelah Saat Kecelakaan di Sukoharjo
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Diisukan Jadi Pejabat BGN dan Komisaris Jalur Raffi Ahmad, Riwayat Pendidikan Mbak Lala Disorot, Lulusan Universitas Ternama?
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Kok Bisa Santri Korban Pembakaran di Lombok Tengah Berutang Biaya Pengobatan? Sikap BPJS Kesehatan Disorot
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Dari Abu Dhabi, Pelajaran untuk Jakarta
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pertamina dan Boeing Jajaki Peluang Pengembangan Ekosistem SAF Indonesia 
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.