Pembekalan Mitigasi Bencana Terus Digencarkan di Desa Binaan

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Upaya penguatan pemahaman mitigasi bencana alam menjadi hal krusial untuk masyarakat, utamanya di daerah. Berbagai edukasi dan pembekalan pada warga di area rawan bencana harus terus dilakukan. 

"Melalui Training of Trainers Katana, UT bersama BNPB berupaya memperkuat kapasitas kader desa agar mampu menjadi fasilitator sekaligus penggerak kesiapsiagaan di masyarakat," kata Corporate Social Responsibility Manager PT United Tractors Tbk (UT), Himawan Sutanto, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 9 Juli 2026.

Hal ini mendasari Training of Trainers (ToT) Kampung Tangguh Bencana (Katana) oleh UT.  Program yang digelar bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu berlangsung di UT School Surabaya, Jawa Timur, itu dilakukan guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi potensi bencana.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen mereka dalam mendukung kontribusi sosial Grup Astra melalui penguatan kapasitas masyarakat desa agar lebih siap, tanggap, dan mandiri menghadapi berbagai ancaman bencana. Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengurangan risiko bencana, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons tanggap darurat yang difasilitasi langsung oleh BNPB.
 

Baca Juga :

BNPB Sebut Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Capai 50 Persen

"Kami percaya bahwa masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mitigasi bencana akan lebih siap menghadapi berbagai risiko, sehingga desa binaan dapat tumbuh menjadi wilayah yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya," ujar Himawan.

Pelatihan ini diikuti kader Kampung Tangguh Bencana dari desa binaan UT yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Mereka berasal dari Desa Sumbergondo, Tulungrejo, Giripurno, Mojorejo, Gumingsir, Tawangargo, Aribaya, dan Sumbermujur.


Pembekalan mitigasi bencana. Foto: Media Indonesia

Selain kader desa, kegiatan juga melibatkan perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Lumajang, serta BPBD Provinsi Jawa Timur sebagai mitra strategis dalam memperkuat sinergi pengurangan risiko bencana.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang mencakup pre-test, penyampaian materi, role play, hingga simulasi yang seluruhnya dilakukan secara tatap muka. Metode tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep mitigasi bencana, tetapi juga mampu menerapkannya saat menghadapi kondisi darurat.

Melalui program ini, Himawan mengatakan, pihaknya berharap peserta dapat menjadi fasilitator di daerah masing-masing yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan serta pengurangan risiko bencana. Kehadiran para kader tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya sadar bencana di tingkat desa sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai ancaman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Diduga Terima Fee Proyek Rp7 Miliar
• 20 menit lalubisnis.com
thumb
Polda Jateng Angkat Bicara Soal Larangan Pemeriksaan dari Kejaksaan Tanpa Pendampingan
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Harga Pangan 9 Juli 2026: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Sapi Naik
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenag Yogya Gencarkan Edukasi Wakaf Uang: Berpotensi Dukung Kemaslahatan Umat
• 30 menit lalukumparan.com
thumb
3 Sisi Gelap Industri Perfilman Korea Selatan yang Jarang Terungkap
• 2 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.