Istanbul (ANTARA) - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menegaskan setelah gelombang serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran, Selat Hormuz hanya akan dibuka sesuai aturan Iran dan bukan karena ancaman dari AS.
Melalui unggahan di platform X, Kamis, Qalibaf mengatakan AS belum menyadari bahwa intimidasi dan pelanggaran janji tidak lagi dapat dilakukan tanpa konsekuensi.
"Amerika Serikat belum belajar bahwa tindakan mengintimidasi dan mengingkari janji tidak lagi bisa dilakukan tanpa konsekuensi. Izinkan saya menegaskan: Jika Anda menyerang, Anda juga akan diserang," kata Qalibaf.
Baca juga: Erdogan serukan kesepakatan AS-Iran tidak diganggu
Pernyataan itu disampaikan setelah media Iran melaporkan gelombang baru serangan Amerika Serikat pada Rabu malam (8/7) yang menyasar sejumlah lokasi di wilayah selatan dan tenggara Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) kemudian menyatakan pasukan AS melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran.
Menurut CENTCOM, operasi tersebut bertujuan semakin melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Menlu Oman dan Arab Saudi bahas keamanan maritim di Selat Hormuz
Baca juga: Kapal Pertamina Pride berhasil melintasi Selat Hormuz
Melalui unggahan di platform X, Kamis, Qalibaf mengatakan AS belum menyadari bahwa intimidasi dan pelanggaran janji tidak lagi dapat dilakukan tanpa konsekuensi.
"Amerika Serikat belum belajar bahwa tindakan mengintimidasi dan mengingkari janji tidak lagi bisa dilakukan tanpa konsekuensi. Izinkan saya menegaskan: Jika Anda menyerang, Anda juga akan diserang," kata Qalibaf.
Baca juga: Erdogan serukan kesepakatan AS-Iran tidak diganggu
Pernyataan itu disampaikan setelah media Iran melaporkan gelombang baru serangan Amerika Serikat pada Rabu malam (8/7) yang menyasar sejumlah lokasi di wilayah selatan dan tenggara Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) kemudian menyatakan pasukan AS melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran.
Menurut CENTCOM, operasi tersebut bertujuan semakin melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Menlu Oman dan Arab Saudi bahas keamanan maritim di Selat Hormuz
Baca juga: Kapal Pertamina Pride berhasil melintasi Selat Hormuz





