TABLOIDBINTANG.COM - Momen tak terduga terjadi saat pertunjukan Tari Kecak di Bali ketika Adzam mendapat perhatian langsung dari pemeran Anoman. Di hadapan ratusan penonton, Anoman turun dari arena dan menghampiri Adzam yang sejak awal tampak serius mengikuti jalannya pementasan.
Tanpa menunjukkan rasa takut, Adzam langsung menyambut uluran tangan Anoman. Ia kemudian berjalan bersama sang tokoh menuju pusat arena, disambut tepuk tangan dan sorakan meriah dari para penonton yang menyaksikan keberaniannya.
Sikap tenang Adzam menjadi perhatian karena banyak anak seusianya biasanya merasa gentar melihat karakter Anoman dengan riasan wajah khas dan gerakan yang tegas. Namun, Adzam justru terlihat menikmati setiap momen selama berada di arena.
Aksi tersebut juga menuai beragam komentar positif dari warganet yang mengapresiasi keberanian Adzam.
"MasyaAllah, pemberani banget ya Adzam," tulis salah seorang warganet.
Komentar senada juga bermunculan. "Salut, anak kecil biasanya takut lihat karakter seperti itu, tapi Adzam malah santai dan menikmati pertunjukannya."
Tak sedikit warganet yang menilai pengalaman tersebut menjadi contoh pentingnya mengenalkan budaya Indonesia kepada anak sejak usia dini. Menurut mereka, interaksi langsung dengan seni tradisional dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa.
"Kalau anak sudah dikenalkan dengan budaya sejak kecil, mereka akan tumbuh dengan rasa bangga terhadap Indonesia," tulis akun lainnya.
Sepanjang pertunjukan, Adzam terlihat fokus mengikuti setiap adegan Tari Kecak. Bahkan ketika berada di tengah arena bersama Anoman, ia tetap menikmati jalannya pementasan tanpa menunjukkan rasa cemas.
Dalam kisah Ramayana yang menjadi dasar Tari Kecak, Anoman dikenal sebagai sosok yang melambangkan keberanian, kesetiaan, dan pengabdian kepada kebenaran. Karena itu, momen interaksi tersebut dinilai memiliki makna lebih dari sekadar hiburan.
Sejumlah warganet pun berharap pengalaman seperti ini dapat menginspirasi lebih banyak orang tua untuk mengajak anak mengenal seni dan budaya Nusantara secara langsung.
"Budaya akan tetap hidup ketika generasi muda tidak hanya melihatnya, tetapi juga berani merasakan dan menjadi bagian darinya."




