WASHINGTON, KOMPAS.TV - Militer Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan kembali saling menyerang pada Rabu (8/7/2026) malam waktu setempa hingga Kamis (9/7).
Konfrontasi ini mengancam perjanjian interim yang disepakati kedua pihak untuk mengakhiri perang pada Juni lalu.
AS dilaporkan meluncurkan seranan kedua ke Iran pada Rabu (8/7) malam waktu setempat.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pihaknya menyerang 90 target di Iran pada gelombang serangan kedua.
CENTCOM menyatakan serangan ini ditujukan untuk menurangi kemampuan Iran "mengancan kebebasan navigasi" di Selat Hormuz.
Serangan AS pun dilaporkan hingga jembatan kereta api di jalur Teheran-Masyhad.
Baca Juga: Iran kepada AS: Intimidasi dan Melanggar Janji Ada Konsekuensinya
Sementara itu, Iran membalas dengan menargetkan pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Qatar, Kamis (9/7).
Pemerintah Kuwait menyatakan satu orang terluka akibat sergan Iran, tetapi sebanyak tiga rudal balistik, satu rudal jelajah, dan 10 drone berhasil dicegat.
Pemerintah Bahrain menyatakan sistem pertahanan udara mereka menghalau serangan Iran.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- perang iran
- as serangan iran
- gencatan senjata as iran
- perundingan as iran
- donald trump





