Cara Memerah ASI dengan Tangan: Nyaman dan Minim Risiko Lecet

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Tak semua ibu menyusui merasa nyaman menggunakan pompa ASI. Ada yang merasa hasil perahannya sedikit, ada pula yang mengeluhkan puting terasa nyeri hingga lecet setelah dipompa. Padahal, ASI juga bisa diperah secara manual menggunakan tangan dengan teknik yang tepat.

Menurut Bina Maternity Officer (BMO), Bd. Linda Frihastuti, Amd.Keb, ibu tidak perlu khawatir jika belum memiliki pompa ASI atau belum menemukan alat yang nyaman digunakan. Menurutnya, teknik memerah ASI dengan tangan bisa menjadi alternatif yang efektif sekaligus lebih nyaman.

"Kayaknya tuh aku susah deh udah pilih ini, pilih itu, ternyata pompa ASI-nya nggak bikin kamu nyaman. Nah, nggak usah bingung," ujar Linda saat bincang dengan kumparanMOM, Jumat (3/7).

Cara memerah ASI dengan tangan

Pertama, membentuk kedua tangan menyerupai huruf C. Posisi ibu jari berada di bagian atas areola, sedangkan jari lainnya menopang bagian bawah payudara. Namun, ia mengingatkan bahwa teknik memerah ASI bukan sekadar menekan puting.

Gerakan yang benar adalah menekan payudara ke arah belakang atau menuju dinding dada terlebih dahulu, kemudian mengayunkannya ke arah depan secara perlahan. Tekanan dilakukan pada area areola dan jaringan payudara di sekitarnya, bukan langsung pada puting.

"Jadi, dia harus ditekan dulu ke bawah atau tekan ke belakang, hempaskan keluar,” ucapnya sambil mempraktikkan dengan manekin payudara.

Gerakan tersebut dapat diulang beberapa kali secara perlahan hingga ASI mulai keluar.

Hindari menekan puting

Menurut Linda, kesalahan yang masih sering dilakukan ibu adalah memencet langsung bagian puting dengan harapan ASI akan lebih cepat keluar. Padahal, cara tersebut justru dapat menyebabkan rasa nyeri, lecet, bahkan membuat ibu menjadi stres karena hasil ASI yang keluar hanya sedikit.

"Yang paling nyaman bukan di area putingnya yang ditekan, tapi area areola dan sekitarnya," ujarnya.

Dengan teknik yang tepat, ibu juga dapat mengatur sendiri seberapa besar tekanan yang diberikan sehingga terasa lebih nyaman dibandingkan menggunakan alat.

Lebih nyaman dan hemat

Selain lebih minim risiko lecet, memerah ASI dengan tangan juga dinilai lebih praktis karena tidak memerlukan alat tambahan.

Linda mengatakan, ibu bisa menyesuaikan kekuatan tekanan sesuai kenyamanan masing-masing. Cara ini juga dinilai lebih higienis selama tangan telah dicuci bersih sebelum memerah ASI.

"Terus kamu tahu kencangnya seberapa, jadi nggak bakalan bikin kamu lecet, nggak bakalan bikin kamu trauma,” tutur Linda.

Meski begitu, sebelum memerah ASI, pastikan tangan telah dicuci menggunakan sabun dan air mengalir, serta wadah penampung ASI dalam kondisi bersih dan steril.

Bila ibu mengalami nyeri hebat, payudara bengkak, atau ASI sulit keluar meski teknik sudah benar, sebaiknya konsultasikan dengan konselor laktasi atau tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat ya, Moms.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Budaya Organisasi Kunci Penguatan E-Government BSKDN, Temuan Riset Fahsul Falah
• 12 jam lalumediaapakabar.com
thumb
KPK Tahan Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Usai Diperiksa sebagai Tersangka
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Malaysia, Magnet Baru Pariwisata ASEAN
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Populer: Petugas Bea Cukai Gugur; Rupiah Melemah ke Rp 18 Ribu per Dolar AS
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Kembali Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Terkait Gratifikasi
• 6 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.