HARIAN.FAJAR.CO.ID, POLMAN – Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) berhasil mendorong inovasi produk pangan berbasis potensi lokal dengan melatih Kelompok Wanita Tani (KWT) Sry Lestari mengolah telur itik menjadi telur asin aneka rasa di Desa Bakka-Bakka, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, pada Rabu (30/7/2025). Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) yang didanai oleh Program Bantuan Inovasi Masyarakat (BIMA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam pelatihan yang diikuti oleh 10 anggota KWT tersebut, peserta diperkenalkan dengan inovasi pengolahan telur asin dalam tiga varian rasa, yakni bawang, jahe, dan cabai. Selain itu, mereka juga mempraktikkan tiga metode pengolahan telur asin, yaitu telur asin rebus, telur asin panggang, dan telur asin asap. Selama proses pelatihan, peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan produksi serta melakukan uji cita rasa terhadap hasil olahan mereka.
Lebih lanjut, peserta juga mendapatkan materi penting mengenai pemilihan telur berkualitas, teknik pengasinan yang tepat, penggunaan rempah-rempah alami sebagai pemberi cita rasa, serta pengemasan dan pelabelan produk agar lebih menarik bagi konsumen. Materi ini disampaikan oleh tim dosen Program Studi Peternakan Unasman, yaitu Muh. Arman Yamin P, SP., MP bersama anggota tim Sri Nengsi, SKM., M.Kes dan Agustina, S.Pt., M.Si.
Ketua Tim Pengabdian Unasman, Dr. Andi Tenri B. Astuti, menegaskan bahwa inovasi ini dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil peternakan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
“Selama ini telur asin umumnya hanya dijual dalam bentuk original. Melalui pelatihan ini kami ingin menghadirkan produk yang lebih variatif sehingga memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang lebih tinggi,” jelasnya.
Menurut Dr. Andi Tenri, diversifikasi produk merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan, terutama di tengah meningkatnya biaya produksi sektor peternakan.
Ketua KWT Sry Lestari, Hasna, mengapresiasi pelatihan tersebut dan menilai pengetahuan yang diberikan sangat bermanfaat karena membuka peluang usaha baru berbasis olahan telur itik.
“Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan sehingga menjadi produk unggulan Desa Bakka-Bakka. Selain menambah keterampilan anggota kelompok, produk ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.
Tim Pengabdian Unasman berkomitmen untuk melanjutkan pendampingan kepada KWT Sry Lestari, tidak hanya pada aspek produksi, tetapi juga pengemasan, pemasaran, dan pengembangan usaha agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar.
Program Pemberdayaan Desa Binaan yang didukung oleh BIMA ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal sekaligus mendukung pengembangan usaha mikro berbasis hasil peternakan di Kabupaten Polewali Mandar. (*/)





