Apple memperkuat komitmennya untuk meningkatkan produksi chip di Amerika Serikat dengan menandatangani perjanjian jangka panjang bersama Broadcom. Nilai kerja sama tersebut diperkirakan melampaui US$30 miliar dan menjadi komitmen manufaktur terbesar Apple di Amerika Serikat hingga saat ini.
Dikutip dari Anadolu, Kamis (9/7), kesepakatan tersebut diperkirakan akan mendukung produksi lebih dari 15 miliar chip yang diproduksi di Amerika Serikat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi Apple untuk memperkuat rantai pasok semikonduktor domestik.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Broadcom akan menginvestasikan sekitar US$1,5 miliar untuk memperluas fasilitas produksinya di Fort Collins, Colorado. Meski demikian, Apple belum mengungkapkan jadwal operasional kapasitas produksi baru tersebut.
Dalam dokumen yang disampaikan Broadcom kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada Senin, perusahaan mengungkapkan telah menandatangani perjanjian jangka panjang baru dengan Apple yang mencakup pengembangan dan pasokan custom ASIC silicon products untuk beberapa generasi produk Apple hingga 2031.
Kerja sama terbaru ini memperluas hubungan kedua perusahaan yang sebelumnya telah berlangsung lama, di mana Broadcom menjadi pemasok komponen konektivitas bagi perangkat Apple. Kini, Broadcom juga akan memproduksi custom silicon yang dirancang khusus untuk perangkat Apple di Amerika Serikat.
Chip tersebut akan digunakan sebagai komponen nirkabel yang memungkinkan perangkat Apple terhubung ke jaringan seluler, Wi-Fi, dan Bluetooth. Sementara itu, ASIC (application-specific integrated circuit) merupakan chip yang dirancang untuk fungsi tertentu dan kini semakin banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pemrosesan kecerdasan buatan (AI).
Apple menyatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya membangun rantai pasok silikon yang lebih lengkap di Amerika Serikat.
"Apple telah bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai perusahaan di seluruh AS untuk membantu menciptakan rantai pasok silikon menyeluruh di Amerika, dan pengumuman hari ini memajukan upaya tersebut," ujar Apple dalam pernyataannya.
Baca Juga: Komdigi Evaluasi 14 Layanan Apple untuk Verifikasi PP TUNAS, Siri hingga Safari Diperiksa
Baca Juga: Apple Lobi AS agar Bisa Beli Chip China, Pasokan Memori Diprediksi Langka hingga 2027
Kesepakatan dengan Broadcom juga menjadi komitmen terbesar dalam American Manufacturing Program, inisiatif Apple yang bertujuan memperluas kapasitas manufaktur domestik di seluruh rantai pasok perusahaan. Program tersebut merupakan bagian dari rencana investasi Apple senilai US$600 miliar di Amerika Serikat selama empat tahun yang diumumkan pada 2025.
CEO Apple Tim Cook mengatakan komponen yang akan diproduksi di fasilitas Fort Collins memiliki peran penting dalam menjaga performa dan kualitas konektivitas perangkat Apple.
Di sisi lain, CEO Broadcom Hock Tan menilai komitmen Apple akan mendorong peningkatan kapasitas manufaktur perusahaan di Colorado sekaligus memperkuat ekosistem semikonduktor di Amerika Serikat.
Langkah Apple ini juga sejalan dengan upaya pemerintah Amerika Serikat untuk memperluas produksi manufaktur dalam negeri, yang menjadi salah satu prioritas kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump.





