Di Jalan Sawah Lio V, RW 05 Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, ruas jalan yang sehari-hari menjadi akses aktivitas warga berubah menjadi arena pertandingan setiap Liga Akamsi digelar. Di tengah keterbatasan lahan, kompetisi ini menjadi simbol bahwa mimpi menjadi pesepak bola profesional tetap bisa tumbuh.
Lahir dari Keresahan Hingga Menjadi Perhatian Publik
Liga Akamsi bukan sekadar turnamen sepak bola di tengah gang sempit. Kompetisi ini lahir dari keresahan para pemuda yang melihat semakin terbatasnya ruang bermain sepak bola di Jakarta, sementara antusiasme anak-anak terhadap olahraga tersebut tetap tinggi.
"Berangkat dari keresahan di Jakarta yang sangat minim lahan untuk bermain sepak bola, sedangkan mayoritas anak-anak sangat suka bermain bola," ujar Erwan salah satu pengurus Liga Akamsi kepada Medcom.id.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak anak kehilangan ruang untuk mengembangkan bakat mereka. Dari situlah muncul gagasan menghadirkan kompetisi yang mudah dijangkau masyarakat dan mampu menjadi ruang bermain sekaligus pembinaan.
Baca Juga :
FIFA Tolak Banding Prancis, Michael Olise Tetap Absen Lawan MarokoLiga Akamsi pertama kali digelar pada 2025 dan kini telah memasuki penyelenggaraan kedua di kawasan Pasar Buah Angke, Jakarta Barat. Dalam waktu singkat, kompetisi tersebut berkembang pesat dan mulai menarik perhatian masyarakat hingga viral di media sosial. Erwan mengaku tidak menyangka gerakan sederhana yang mereka bangun mampu menginspirasi komunitas lain untuk menggelar kompetisi serupa.
"Alhamdulillah sekarang kami mulai mendapat perhatian dari publik. Mulai banyak di luar sana yang membuat hal serupa. Kami bersyukur gerakan kami bisa menjadi pemantik untuk teman-teman di luar sana," ujar Erwan.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap Liga Akamsi terus meningkat, baik dari warga sekitar maupun warganet.
"Respons masyarakat sangat-sangat positif, mulai dari masyarakat kampung maupun netizen di media sosial," tambahnya.
Membuka Panggung bagi Anak Kampung
Bagi Erwan dan rekan-rekannya, Liga Akamsi bukan sekadar ajang mencari juara. Kompetisi ini dibuat agar anak-anak kampung memiliki panggung untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini sulit mendapat perhatian.
"Anak kampung sangat jarang sekali mendapat perhatian atau panggung. Padahal banyak adik-adik kita yang memiliki potensi. Dari situ kami berpikir untuk membuat panggung bagi anak kampung," ungkapnya.
Konsep antarkampung dipilih karena para penggagas berasal dari lingkungan yang sama dan memahami tantangan yang dihadapi anak-anak dalam mengakses pembinaan sepak bola.
"Kami memilih kampung karena kami berasal dari kampung. Di sinilah banyak anak-anak yang membutuhkan wadah atau kesempatan untuk menunjukkan bakatnya masing-masing," tegasnya.
Mimpi Keliling Indonesia hingga Membangun Akademi
Di tengah terbatasnya ruang terbuka di perkotaan, Liga Akamsi membuktikan bahwa pembinaan sepak bola tidak selalu membutuhkan stadion megah. Jalan kampung yang sederhana mampu menjadi tempat lahirnya mimpi-mimpi baru.
Liga Akamsi tidak ingin berhenti sebagai kompetisi lokal. Ke depan, penyelenggara berharap gerakan ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah, bahkan hingga pelosok Indonesia.
"Harapannya Liga Akamsi terus bisa berjalan dan mengawal mimpi-mimpi anak kampung yang selama ini terhalang," ujar Erwan.
Erwan juga berharap semakin banyak komunitas yang ikut menghidupkan sepak bola akar rumput di Indonesia.
Baca Juga :
Jadwal dan Link Streaming Prancis vs Maroko"Semoga semakin banyak orang yang menghidupkan sepak bola grass roots. Kita harus memulai dan bergerak agar semua melek dan memperhatikan sepak bola akar rumput," ungkapnya.
Selain memperluas penyelenggaraan kompetisi, Liga Akamsi juga menargetkan memiliki akademi sepak bola sendiri agar peserta yang telah berkompetisi tetap mendapatkan pembinaan berkelanjutan.
"Semoga ke depannya kami bisa keliling Indonesia mencari teman-teman berbakat di pelosok kampung. Kami juga ingin membangun akademi sepak bola sendiri supaya anak-anak yang sudah berkompetisi tetap punya jalan untuk berlatih dan berkembang," tutup Erwan.
Bagi Liga Akamsi, jalanan sempit di tengah padatnya Jakarta bukan lagi sekadar ruang lalu lintas warga. Di tempat itulah mimpi-mimpi besar mulai dibangun, membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukanlah penghalang bagi lahirnya generasi baru sepak bola Indonesia.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)





