JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mendorong agar pengembangan bahan bakar minyak (BBM) biodiesel B50 ditingkatkan menjadi B60, bahkan dia sempat ingin ada B100.
“Terima kasih para ilmuwan dari kampus-kampus. Teruskan pengkajian ini. Terima kasih Pertamina dan semua jajaranmu. Teruskan, jangan berhenti di B50,” kata Prabowo dalam peluncuran B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Baca juga: Prabowo Tantang 3 Menteri Bangun PLTS 100 GW dalam 2 Tahun, Jawaban Bahlil Jadi Sorotan
BBM B50 berarti BBM dengan kandungan nabati dari minyak sawit sebanyak 50 persen plus 50 persen sisanya masih merupakan bahan fosil.
Prabowo ingin kandungan nabati lebih banyak lagi.
“Kalau bisa B60. Bulan apa B60?” kata Prabowo santai, disambut tawa para pejabat di Rest Area KM 57 Tol Cikampek ini.
“2028,” jawab Bahlil, tersenyum sambil menegakkan posisi duduknya.
Baca juga: Prabowo Janjikan Bintang Kehormatan untuk Bahlil dkk, Berjasa atas Peluncuran B50
Dia menyatakan peluncuran B50 adalah tonggak bersejarah yang dicanangkan pemerintahan sebelum Prabowo, yakni tahun 2008 di pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan dilanjut Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Sempat ingin B100
Prabowo bercerita dirinya sempat ingin ada penemuan BBM B100, alias bahan bakar yang merupakan 100 persen hasil nabati.
“B40 tidak cukup. Bahkan pada saat itu (sebelum jadi presiden), saya mendorong ke arah B100,” kata Prabowo.
Namun demikian, menteri-menteri menasihatinya bahwa B50 saja sudah cukup baik untuk menghemat uang negara.
“Tapi menteri-menteri saya meyakinkan saya, ‘Pak, dengan B50 saja kita sudah tidak impor solar lagi dari luar negeri.’ Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa yang luar biasa,” kata Prabowo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang