Putri Batang evaluasi permainan usai gagal ke semifinal HSL All-Stars

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Kudus (ANTARA) - Manajer Tim Putri Batang Yayan Prasetyo mengatakan timnya akan mengevaluasi total pola permainan setelah gagal melangkah ke babak semifinal kategori U18 Hydroplus Soccer League (HSL) All-Stars 2025/2026.

Dia menjelaskan, kekalahan 0-3 melawan Putri Garut pada laga terakhir Grup A di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis, membuat timnya perlu segera mengubah cara bermain agar semakin kompetitif menghadapi berbagai turnamen berikutnya.

"Kami tetap ingin anak-anak (pemain) bermain build-up dari belakang supaya bisa mengalirkan bola sampai ke depan dan menciptakan peluang, tetapi ketika kehilangan bola, lawan bisa memanfaatkannya dengan cepat dan itu menjadi pelajaran penting bagi kami," kata Yayan dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Dia menjelaskan, timnya sebenarnya telah berupaya menjalankan strategi yang disiapkan sejak awal pertandingan hingga laga berakhir. Namun, tekanan yang muncul setelah tertinggal membuat para pemain kesulitan mengembalikan ritme permainan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Cleo Fatra Mutiara dan kawan-kawan kesulitan bangkit setelah kebobolan dua gol cepat pada awal pertandingan yang akhirnya memengaruhi mental para pemain sehingga sulit mengembangkan permainan.

Oleh sebab itu, salah satu fokus evaluasi akan diarahkan pada sistem permainan build-up serta kemampuan pemain dalam duel satu lawan satu maupun dua lawan satu agar tidak mudah kehilangan bola di area berbahaya.

"Memang mungkin kami kalah secara kualitas permainan," ujar dia.

Baca juga: Putri Garut menang 3-0 lawan Putri Batang dalam laga U18 HSL All-Stars

Meski gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan fase grup, manajer itu mengapresiasi perjuangan tim.

Dia menilai para pemain mampu tampil lebih lepas pada laga terakhir.

Pengalaman di HSL All-Stars 2025/2026 menjadi modal berharga bagi tim untuk menghadapi agenda kompetisi berikutnya.

Kekalahan 0-3 kontra Putri Garut, membuat langkah Putri Batang terhenti di fase grup dengan menempati peringkat keempat klasemen akhir, serta mengemas 0 poin dari tiga laga.

Sementara Putri Garut melangkah ke babak semifinal sebagai runner-up. Sedangkan Tigers Football Academy juga bernasib sama dengan Putri Batang, karena hanya bisa menghuni posisi ketiga klasemen akhir Grup A.

Sebanyak 16 tim sepak bola putri yang masing-masing terdiri atas delapan tim U15 dan delapan tim U18 bersaing dalam HSL All-Stars 2025/2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 5 hingga 12 Juli.

Turnamen yang diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama Hydroplus itu, menjadi tahapan penting dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola putri yang berkelanjutan, serta momentum untuk membuktikan diri di level nasional.

Baca juga: Putri JP Jakarta pastikan tiket semifinal HSL All Star 2026 di Kudus

Baca juga: Striker Putri Garut yakin bisa cetak gol saat semifinal HSL All-Stars


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekjen PBB kritisi kembalinya konfrontasi antara AS dan Iran
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Rupiah Dibuka Melemah Sentuh Rp18.066 per Dolar AS Hari ini (9/7)
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Uji Kesiapan Warga ”Jinakkan” Dampak Letusan Kelud
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Wanti-Wanti Praktik Capital Round Tripping di Pusat Finansial RI (PFII)
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Rekaman Udara yang Menggemparkan Saat Tornado Menerjang Hubei, Tiongkok : Kawasan Permukiman Tampak Seperti Medan Perang
• 6 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.