Mendagri Tito Tegaskan Siap Integrasikan Sistem Data Kemendagri ke Satu Data Indonesia

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan dukungan penuh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap pembentukan sistem Satu Data Indonesia.

Hal itu tengah dibahas dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia.

BACA JUGA: Buka Data Pemda yang Sudah Menjalankan Surat Mendagri Terkait Gaji PPPK

Penegasan tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja dengan Badan Legislasi DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7).

Mendagri Tito menjelaskan Kemendagri sebagai pembina dan pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah telah mengembangkan berbagai sistem informasi digital untuk mendukung pengelolaan data pemerintahan dan pelayanan publik.

BACA JUGA: AP3KI Minta Surat Mendagri Diperpanjang Demi Menyelamatkan PPPK & P3K PW

Salah satunya adalah Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang dikelola Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Eks Kapolri itu mengatakan data kependudukan dalam SIAK terus diperbarui secara dinamis seiring berbagai peristiwa kependudukan yang terjadi setiap hari.

BACA JUGA: Respons Surat Mendagri, Fadlun Desak Pemda Ajukan PPPK Teknis & P3K PW Masuk Data

“Data yang bergerak dinamis setiap hari, ada yang lahir, ada yang wafat, ada yang pindah, ada yang berganti pekerjaan, kemudian juga ada yang menikah, ada yang cerai dan lain-lain itu otomatis diinput tiap hari,” terang Mendagri Tito.

Selain SIAK, Kemendagri juga mengembangkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), serta sistem Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel).

Berbagai sistem tersebut dinilai penting untuk mendukung penyusunan kebijakan berbasis data hingga tingkat desa.

Lebih lanjut, Mendagri Tito menyampaikan selama ini integrasi data lintas kementerian dan lembaga telah berjalan melalui kerja sama.

Karena itu, Kemendagri siap mengintegrasikan seluruh sistem yang dimilikinya ke dalam platform Satu Data Indonesia yang akan dikembangkan pemerintah.

“Prinsip posisi dari Kementerian Dalam Negeri yang sudah berjalan baik mengintegrasikan sistem-sistem yang ada agar tidak terjadi sektoral dan tidak overlapping atau ada ruang kosong, maka kami siap untuk mengintegrasikan secara resmi,” ujarnya.

Di sisi lain, dia juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur teknologi informasi dalam implementasi Satu Data Indonesia.

Menurutnya, kapasitas penyimpanan, bandwidth, dan keamanan siber harus diperkuat agar sistem dapat berjalan optimal sekaligus melindungi data pribadi masyarakat.

“Kalau pengelolaan data tidak mampu untuk dijaga dan kemudian itu jatuh ke tangan publik atau yang data yang bersifat tidak bisa di-share tapi kemudian bisa dijebol, [maka] itu mengandung risiko hukum,” jelasnya.

Selain Mendagri, rapat yang dipimpin Ketua Badan Legislasi DPR Bob Hasan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat lainnya. Mereka di antaranya Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, dan pejabat terkait lainnya. (mrk/jpnn) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mendagri Tito Dukung Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos sebagai Langkah Menuju GovTech


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
16 WNA Asal Uzbekistan Terdampar di Pantai Alor
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tempat Makan Legendaris yang Tutup Permanen
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
PB PMII Dukung Polri Sikat Korupsi, Minta TNI Jangan Intervensi: Supremasi Sipil
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
[Foto] Polri Sita Barang Bukti Pada Kasus TPPU di PLN, Asabri, Krakatau Steel
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Naik Menjadi Rp107 Juta Per Jamaah, Ini Rincian Biayanya
• 16 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.