TABLOIDBINTANG.COM - Justin Bieber dipastikan akan menjadi salah satu penampil utama dalam pertunjukan halftime final Piala Dunia FIFA 2026. Penyanyi asal Kanada itu bergabung dengan deretan bintang dunia seperti Madonna, Shakira, dan BTS dalam pertunjukan yang digadang-gadang menjadi salah satu yang paling spektakuler sepanjang sejarah turnamen.
Pertunjukan halftime tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli di New York New Jersey Stadium, bertepatan dengan laga final Piala Dunia 2026.
Selain Bieber, Madonna, Shakira, dan BTS, sejumlah musisi ternama juga akan meramaikan panggung, termasuk Burna Boy, konduktor Gustavo Dudamel, serta PS22 Chorus yang terdiri dari murid kelas empat dan lima sebuah sekolah dasar di Staten Island. Mereka akan tampil bersama grup musik Coldplay.
Seluruh konsep pertunjukan berdurasi sekitar 11 menit itu dikurasi langsung oleh vokalis Coldplay, Chris Martin.
Bagi Justin Bieber, penampilan ini menjadi momen yang sangat spesial. Halftime final Piala Dunia akan menjadi penampilan publik pertamanya sejak tampil sebagai bintang utama di Festival Coachella pada April lalu.
Penyanyi berusia 31 tahun itu mengaku bangga bisa menjadi bagian dari acara bergengsi tersebut.
"Piala Dunia FIFA menyatukan dunia dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh ajang lain. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari Halftime Show ini, dan saya semakin bersyukur karena acara ini juga membantu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di seluruh dunia," ujar Bieber.
Sementara itu, rapper dan penyanyi Burna Boy juga mengungkapkan rasa bangganya bisa tampil dalam pertunjukan bersejarah tersebut.
Musisi asal Nigeria itu sebelumnya berkolaborasi dengan Shakira dalam lagu "Dai Dai", yang menjadi lagu resmi Piala Dunia FIFA 2026.
"Menjadi wakil Afrika dalam Halftime Show pertama di final Piala Dunia FIFA adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang saya emban dengan penuh keseriusan," kata Burna Boy.
Ia menambahkan bahwa dirinya merasa terhormat bisa ambil bagian dalam pertunjukan yang bukan hanya merayakan sepak bola dan budaya, tetapi juga berkontribusi menciptakan peluang pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak di berbagai belahan dunia.




