Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan membangun dua pabrik metanol di Indonesia. Metanol merupakan salah satu bahan yang dibutuhkan untuk produksi biodiesel.
Indonesia telah resmi mengimplementasikan biodiesel 50% atau B50 hari ini, Kamis (9/7). Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang diproduksi dari minyak nabati maupun hewani dan dapat digunakan sebagai pengganti sebagian solar pada mesin diesel. Program B50 mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50% ke dalam bahan bakar minyak jenis solar.
“Kami akan segera membangun industri metanol di Jawa Timur yang akan di-groundbreaking bulan ini. Kemudian ada juga di Kalimantan Timur,” kata Bahlil saat ditemui usai peluncuran B50 di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).
Pabrik metanol di Bojonegoro, Jawa Timur menjadikan gas sebagai bahan baku, sementara pabrik yang ada di Kalimantan Timur akan menggunakan hilirisasi batu bara sebagai bahan bakunya.
Dia menyebut pembangunan pabrik ini harus segera dilakukan karena ketersediaan metanol menjadi salah satu tantangan implementasi B50.
“Munculnya B50 membuat kebutuhan metanol naik, jumlahnya sekitar 2,5 juta ton per tahun,” ujarnya.
Selain mengembangkan industri metanol, Bahlil menyebut Presiden Prabowo Subianto juga berharap Indonesia bisa meningkatkan biodiesel menjadi B60.
“Arahan Bapak Presiden tadi kepada kami agar segera mempertimbangkan dan menjajaki mempelajari lewat riset yang baik untuk bisa kami tingkatkan ke B60. Ini yang harus kita lakukan dan ini ada upaya sebagai langkah awal,” ucapnya.
Pabrik metanol yang dimaksud Bahlil di Jawa Timur merupakan pembangunan proyek yang dijalankan oleh Pertamina New and Renewable Energy dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak usaha PT Perkebunan Nusantara.
Proyek yang dilakukan di Banyuwangi, Jawa Timur ini di diharapkan memiliki kapasitas produksi bioethanol berbasis tebu mencapai 30 ribu KL per tahun, sehingga berpotensi mengurangi kebutuhan impor bahan bakar minyak (BBM) dan etanol.
Pembangunan Pabrik Bioetanol Glenmore diharapkan akan memberdayakan lebih dari 4 ribu tenaga kerja lokal dan petani tebu. Sebanyak 25% tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) juga diperkirakan tercapai pada proses pembangunan pabrik. Selain itu, program ini diperkirakan juga berdampak pada pengurangan emisi tahunan sebesar 66 ribu ton setara CO2.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia kini menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan mandatori biodiesel B50.
“Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatory biodiesel B50. Ini bukan sekadar pencapaian teknologi, ini adalah bukti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan pemerintah telah mendorong percepatan penggunaan biodiesel sejak sebelum dirinya dilantik sebagai presiden. Setelah menjabat, ia melanjutkan upaya tersebut dengan meminta jajarannya meningkatkan bauran biodiesel dari B40 hingga menargetkan B100.
Ia menyebut para menteri meyakinkannya bahwa implementasi B50 memungkinkan Indonesia tidak impor solar lagi dari luar negeri.
"Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa yang luar biasa,” ujarnya. Demografi



