JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah lubang gorong-gorong berdiameter sekitar 60 sentimeter di Jalan Raya Mabes Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, menjadi saksi berakhirnya nyawa tiga pekerja pipa PAM pada Kamis (9/7/2026).
Gorong-gorong yang berada tepat di dekat Halte Transjakarta Pintu 3 TMII itu memiliki kedalaman sekitar tujuh meter.
Pada Kamis siang, Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polres Metro Jakarta Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan ketiga korban.
Baca juga: Penggeledahan Ruko di Cipete Selesai Setelah 5 Jam, Polisi Bawa Koper Besar hingga Dokumen
Sejumlah petugas tampak memeriksa area sekitar lubang gorong-gorong untuk mengumpulkan bukti dan memastikan kronologi kejadian.
Di sekitar lokasi, polisi memasang garis polisi sebagai pembatas. Akses menuju bibir gorong-gorong juga ditutup menggunakan water barrier berwarna merah agar warga tidak mendekat selama proses penyelidikan berlangsung.
Saling MenolongInsiden tersebut diduga bermula ketika salah seorang dari korban lebih dulu turun ke dalam gorong-gorong. Di ruang sempit sedalam sekitar tujuh meter itu, korban diduga pingsan.
"Informasinya ada pekerja yang sedang turun ke gorong-gorong, jatuh pingsan. Kemudian ada temannya lagi menolong, jatuh, dan ada satu lagi ikut jatuh juga. Jadi semua ada tiga orang yang masuk gorong-gorong itu," jelas Perwira piket Gulkarmat Jakarta Timur, Muncul, di lokasi kejadian, Kamis.
Muncul memastikan seluruh korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa saat proses evakuasi dilakukan.
Ia menyebutkan bahwa ketiga pekerja tersebut tidak mengenakan alat pelindung diri (APD).
Baca juga: Polisi Sita Dokumen dan Komputer dari Ruko yang Digeledah di Cipete Jaksel
"Untuk sementara dari korban sendiri tidak menggunakan peralatan apa-apa," tuturnya.
Diduga kehabisan oksigenMuncul mengungkapkan, tiga pekerja yang ditemukan tewas terdiri dari dua warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA) asal China.
Dua korban WNI masing-masing berinisial A dan S, sedangkan korban WNA berinisial L.
Berdasarkan informasi awal, para korban diduga meninggal akibat kehabisan oksigen saat mengerjakan proyek pipa PAM.
"Informasi dari lokasi itu sedang ada pengerjaan PAM. Untuk informasi jelas penyebab korban meninggal, kemungkinan kekurangan oksigen. Tapi baru dugaan-dugaan aja," ungkap Muncul.
Saat tim penyelamat tiba dan melakukan proses evakuasi dari dasar gorong-gorong, A, S, dan L sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Baca juga: Polisi Tangkap Muncikari Pedofilia untuk WN Jepang di Lokasari Jakbar





