Program B50 dan E5 Dinilai Perkuat Langkah Indonesia Menuju Swasembada Energi

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah mulai menerapkan Program Mandatori Biodiesel B50 secara nasional sebagai bagian dari strategi memperkuat swasembada energi melalui peningkatan pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis sumber daya dalam negeri.

B50 Jadi Tonggak Kemandirian Energi Nasional

Program Mandatori Biodiesel B50 resmi diluncurkan pada 9 Juli 2026 dengan mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar minyak jenis solar.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan mandatori B50 sebagai bagian dari target mencapai swasembada energi dalam tiga tahun ke depan.

Menurut Presiden, penguatan bauran bioenergi harus berjalan beriringan dengan hilirisasi agar komoditas strategis tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah di dalam negeri sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Kebijakan tersebut juga menjadi langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi di tengah meningkatnya tantangan geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.

Hemat Devisa dan Dorong Industri Dalam Negeri

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memperkirakan implementasi B50 mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun sepanjang 2026, meningkat dibandingkan penghematan sekitar Rp133,3 triliun saat penerapan B40.

Pemerintah juga memproyeksikan Indonesia tidak lagi memerlukan impor solar yang sebelumnya mencapai sekitar 3 hingga 4 juta kiloliter per tahun dari total konsumsi nasional sekitar 38 hingga 40 juta kiloliter.

Peningkatan penggunaan biodiesel berbahan baku minyak sawit domestik diperkirakan akan memperbesar penyerapan produksi dalam negeri sekaligus memperkuat industri pengolahan, distribusi, dan logistik nasional.

Kementerian ESDM memperkirakan implementasi B50 akan meningkatkan nilai tambah minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) hingga sekitar Rp23,49 triliun, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca sekitar 44,46 juta ton CO2 pada 2026.

Program B50 bersama pengembangan E5 dinilai menjadi bagian dari upaya membangun sistem energi nasional yang lebih mandiri dengan memanfaatkan potensi sumber daya domestik untuk mendukung ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dokter Tifa Senyum, Jaksa Sudah Lakukan Kesalahan Fatal di Kasus Ijazah Jokowi
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kronologi Dugaan Santri Dibakar Kakak Kelas hingga Meninggal Dunia, Berawal dari Diminta Beli Bensin
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Skandal Liga Belanda Kembali Bertambah, Pemain Asing Kena Scam Jual Nama Klub Eredivisie
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Prancis Tundukkan Maroko 2-0, Mbappe dan Dembele Antar Les Bleus ke Semifinal Piala Dunia 2026
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Sekjen Kemendagri Minta Pemda Rangkul Penyuluh Pertanian
• 23 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.