JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan program normalisasi Kali Ciliwung akan terus dilanjutkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di Jakarta.
Hal itu disampaikannya saat meninjau progres pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung di Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026),
Dalam kesempatan itu, Pramono mengatakan bahwa pembebasan lahan di salah satu titik proyek menunjukkan perkembangan setelah sempat terhenti cukup lama.
Baca juga: Internet Mati Belasan Jam akibat Kebakaran Kabel di Jakbar, Warga Gagal Nonton Piala Dunia
"Ini adalah kedua kalinya saya di tempat ini dan progresnya alhamdulillah cukup baik. Tidak terbayangkan tempat yang dulu sering kali viral, dan orang pasti tidak menyangka ternyata bisa dibebaskan dan normalisasi dilakukan," kata Pramono.
Ia menjelaskan, dari target 170 bangunan yang harus dibebaskan di lokasi tersebut, sebanyak 62 bangunan telah selesai dibebaskan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan seluruh pembebasan lahan di kawasan itu rampung pada akhir tahun ini.
Menurut Pramono, jika target tersebut tercapai, normalisasi Ciliwung di ruas Rawajati, Pengadegan, Cawang, hingga Cililitan dapat diselesaikan pada 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta.
"Normalisasi salah satu sumbu utama, yaitu Ciliwung yang ada di Cawang ini, Rawajati, Pengadegan, Cawang, dan Cililitan mudah-mudahan akan terselesaikan karena penlok-nya juga sudah kami tandatangani," ujar Pramono.
Ia mengatakan, proyek tersebut merupakan kelanjutan dari program normalisasi Ciliwung yang sempat terhenti selama beberapa tahun.
Baca juga: Cuma Ini yang Bisa Aku Banggakan ke Ibu Kisah Taubat Mantan Pengedar Narkoba di Penjara
Pramono meyakini pelebaran alur sungai melalui normalisasi akan meningkatkan kapasitas tampung air sehingga dampak banjir dapat dikurangi.
"Mudah-mudahan ini akan membuat debit air yang ada di tempat ini menjadi lebih luas, sehingga ketika terjadi banjir, dampaknya tidak seperti yang dulu-dulu. Itulah cara penanganan banjir yang dilakukan dalam jangka menengah-panjang," ucap dia.
Tak hanya di Kali Ciliwung, Pramono memastikan Pemprov DKI juga akan melanjutkan normalisasi di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama.
Ia menargetkan seluruh rangkaian pekerjaan tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara bertahap.
"Mudah-mudahan semuanya nanti di tahun 2029 bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat Jakarta," kata Pramono.
Dalam kesempatan itu, Pramono menyebut Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sebesar Rp 300 miliar untuk pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung pada tahun ini.





