Jakarta, tvOnenews.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berkomitmen terus melakukan transformasi dalam meningkatkan kualitas transportasi publik di Indonesia.
Terbukti sepanjang Januari - Maret 2026 saja, KAI tercatat melayani lebih dari 128 juta pelanggan, naik sekitar 10% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Akademisi dan Pengamat Transportasi Darat, Djoko Setijowarno, menilai perubahan layanan kereta api dimulai dari pembenahan internal sebelum akhirnya dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
Djoko menjelaskan, transformasi tersebut diwujudkan melalui berbagai pembenahan, mulai dari sterilisasi stasiun hingga peningkatan kualitas fasilitas.
Stasiun yang sebelumnya kurang tertata perlahan berubah menjadi lebih bersih, terang, aman, dan nyaman serta fasilitas pendukung seperti toilet dan musala pun turut ditingkatkan agar mampu memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik.
“Transformasi dimulai dari dalam organisasi sebelum diberikan kepada pelanggan. Pendekatan ini lebih efektif dibanding melakukan perubahan eksternal tanpa didukung pembenahan internal. Hasilnya pun telah terlihat dan didukung oleh pelanggan,” kata Djoko Setijowarno dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
Sementara itu, Travel Content Creator, Taufik Effendi, menambahkan transformasi KAI bukan sekadar terlihat dari sisi fisik, tetapi juga tercermin dalam kualitas layanan yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Taufik mengaku telah mengikuti perkembangan KAI sejak masih duduk di bangku sekolah, oleh karenanya ada banyak perubahan besar yang terjadi, mulai dari kondisi stasiun, kenyamanan perjalanan, hingga pelayanan yang kini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu.
“Saya merasakan sendiri transformasi KAI dari dulu sampai sekarang. Perubahannya jauh sekali. Sekarang naik kereta bukan hanya soal berpindah tempat, tetapi sudah menjadi pengalaman yang menyenangkan,” terang dia.
Menurut Taufik, perubahan tersebut juga membuat perjalanan dengan kereta semakin diminati. Banyak masyarakat kini memilih kereta bukan hanya karena faktor efisiensi, tetapi juga karena kenyamanan dan kualitas layanan yang terus meningkat.
“Artinya transformasi tidak berhenti pada pembaruan fasilitas maupun sistem layanan. Ketika perubahan dilakukan secara konsisten dan benar-benar berorientasi pada pelanggan, hasilnya akan dirasakan langsung oleh pengguna,” tuturnya.
Adapun, perjalanan transformasi yang dilakukan KAI ini juga sudah diabadikan di dalam Philip Kotler Museum of Marketing with Hermawan Kartajaya.




