Solo: Wakil Bupati (Wabup) Sukoharjo Eko Sapto memastikan roda pemerintahan berjalan normal seperti biasa, meski Bupati Sukoharjo Etik Suryani terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kendati demikian, hingga saat ini, ia mengaku belum mendapatkan rincian detail terkait OTT yang menjerat bupati dan sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo tersebut.
"Kami belum bisa matur (bicara) banyak karena kita menunggu apa sebenarnya yang menjadi poin atau perkara persoalan apa. Kita menunggu, nggih (ya)," ujar Sapto saat ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti, Solo, seusai berziarah ke makam bupati pertama Sukoharjo dalam rangka peringatan HUT ke-80 Sukoharjo, Jumat, 10 Juli 2026.
Ia pun meminta doa dari semua pihak agar proses yang sedang berjalan saat ini dapat dilalui dengan lancar.
"Mohon doanya. Kita semuanya, terutama yang sedang dimintai keterangan atau apalah istilahnya itu, diberikan kekuatan, kemudahan, dan petunjuk sehingga bisa menghadapi semuanya ini dengan sebaik-baiknya," beber Sapto.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani keluar dari Gedung Mapolresta Solo usai diperiksa setelah dikabarkan terjaring OTT KPK. Metrotvnews.com/ Triawati
Di sisi lain, Sapto menjamin insiden tersebut tidak akan mengganggu pelayanan publik maupun jalannya pemerintahan di Kabupaten Sukoharjo. Ia juga mengaku terakhir kali bertemu dengan Bupati Etik pada Kamis, 9 Juli 2026.
"Kami harapkan semua bisa berjalan seperti biasanya terlebih dahulu. Karena sekali lagi, kita menunggu rilis resmi atau keterangan dari KPK," ungkapnya.
Baca Juga :
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Kena OTT KPK, Diduga Melakukan Pemerasan"Terkonfirmasi bahwa KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup dan terjadi peristiwa tangkap tangan di wilayah Soloraya, Jawa Tengah. Dalam peristiwa ini, tim mengamankan lima orang, salah satunya Bupati Sukoharjo," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut Budi, para pihak yang terjaring OTT sempat dibawa ke Mapolresta Surakarta (Solo) untuk menjalani pemeriksaan awal. Selanjutnya, mereka diterbangkan ke Jakarta pada Jumat pagi guna pemeriksaan lebih lanjut.
"Adapun perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," pungkas Budi.




