Pantau - Pemerintah China meminta Amerika Serikat dan Iran tetap berkomitmen menjalankan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) yang disepakati pada Juni 2026 guna menjaga perdamaian dan mencegah konflik kembali meluas di Timur Tengah.
China Dorong Penyelesaian Lewat DialogJuru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan Beijing menyerukan kedua negara menyelesaikan perselisihan melalui jalur diplomasi dan menghindari penggunaan kekerasan.
Ia mengungkapkan, “Kami menyerukan kepada AS dan Iran untuk menindaklanjuti nota kesepahaman mereka, menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan negosiasi, dan menghindari penggunaan kekerasan.”
MoU tersebut diumumkan pada 14 Juni melalui mediasi Pakistan dengan 14 poin kesepahaman untuk mengakhiri perang dan menyelesaikan sengketa melalui dialog.
Kesepahaman itu mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Mao menegaskan, “Kami mengikuti perkembangan terkini di Timur Tengah dengan saksama. Memulai kembali konflik tidak menguntungkan pihak mana pun, cara militer tidak dapat menyelesaikan masalah mendasar.”
Ketegangan Kembali MemanasKetegangan kembali meningkat setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi serangan terhadap sekitar 80 titik militer di Iran pada Selasa (7/7) sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Sehari kemudian, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke 85 sasaran militer Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk di Bahrain dan Kuwait.
Di tengah eskalasi tersebut, Presiden Donald Trump menyatakan nota kesepahaman dengan Iran telah berakhir.
Trump mengatakan, “Ini pertanyaan yang sangat menarik bagi saya. Saya rasa itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka (Iran) lagi. Mereka sampah.”
Trump juga menegaskan fokus utama Washington saat ini adalah mewujudkan denuklirisasi penuh Iran.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan serangan Amerika Serikat pada 8 hingga 9 Juli menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 78 lainnya, dengan 47 korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit.




