Ciptakan Lapangan Kerja Bagi Sekitar Bermodalkan PNM Mekaar Rp3 Juta

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Sebelum mengenal PNM Mekaar, Fennawaty Tanuwijaya asal Pa’lambasan, Makassar, Sulawesi Selatan, adalah perempuan yang berjuang seorang diri.

Setiap hari ia membuka kantinnya dengan modal yang sangat terbatas, hanya mampu memproduksi sedikit jenis makanan, tanpa bantuan dari siapapun  keluarga sekalipun.

Usahanya yang kecil kerap tidak mendapat perhatian, sementara kebutuhan sehari-hari pun masih serba pas-pasan.

Namun di balik keterbatasan itu, Fennawaty menyimpan mimpi yang tidak pernah ia biarkan padam: punya usaha yang lebih besar dan suatu hari bisa mempekerjakan orang-orang di sekitarnya.

Mimpi itu mulai menemukan jalannya pada 2025, ketika ia mendapatkan akses pembiayaan dari PNM Mekaar senilai Rp3.000.000 tanpa agunan dan hidupnya pun berubah.

Perubahan yang dirasakan Fennawaty setelah bergabung dengan PNM Mekaar pada siklus pertamanya terasa nyata dan langsung menyentuh kehidupannya sehari-hari.

Modal yang diterimanya tidak hanya menambah stok bahan baku, tetapi membuka ruang bagi Fennawaty untuk memperluas jenis makanan yang ia produksi dan hasilnya, semakin banyak pembeli yang berdatangan ke kantinnya.

Omzetnya naik, dan yang paling ia banggakan: ia kini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi tetangga sekitarnya sesuatu yang sebelumnya hanya ada dalam mimpinya.

“Dahulu, saya hanya bisa memproduksi sangat sedikit makanan di kantin saya dalam sehari karena modal yang sangat terbatas. Berjuang sendiri tanpa bantuan dari orang lain ataupun keluarga,” ucapnya.

Tapi setelah mendapat pembiayaan dari PNM Mekaar, produksinya melonjak, banyak yang minat datang, omzet naik, dan bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk tetangga sekitar.

Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugrah, menyebut kisah seperti Fennawaty adalah gambaran nyata dari tujuan PNM Mekaar sejak pertama kali hadir di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, keberhasilan nasabah bukan hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diterima, melainkan oleh bagaimana PNM hadir mendampingi nasabah melalui tiga modal sekaligus: modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial.

“PNM memberikan tiga jenis modal kepada nasabahnya, modal usaha, modal intelektual, dan modal sosial. Kegiatan PKU adalah bagian dari modal intelektual yang kami berikan agar nasabah tidak hanya mendapat pinjaman, tetapi juga bekal untuk tumbuh,” ujar Yazdi.

Bagi Fennawaty, modal yang diberikan PNM Mekaar bukan sekadar uang  melainkan sebuah amanah yang ia jaga dengan sepenuh hati.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena PNM sangat membantu permodalan usaha saya, prosesnya cepat. Bagi saya, modal yang dipercayakan kepada kita dari PNM adalah amanah, sehingga saya menjaga amanah itu untuk menjadi manfaat bagi keluarga dan sekitar saya agar mendapat manfaatnya juga” ujarnya.

Kisah Fennawaty menjadi bukti bahwa ketika perempuan prasejahtera diberi akses yang tepattanpa agunan, tanpa prosedur yang rumit, dengan pendampingan yang berkelanjutan  potensi yang selama ini terpendam bisatumbuh dan bahkan membawa manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Satu kantin kecil yang dahulu sepi, kini menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari satu keluarga. (wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan Ditargetkan Cair dalam 2 Bulan
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Membandingkan Guitar Hero dengan Game Rhythm Modern, Evolusi Genre Musik yang Mengubah Dunia Gaming
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Abduh Lestaluhu dan Ahmad Nuri Fasya di Balik Gagalnya PSIS Semarang Pulangkan Pratama Arhan serta Pertahankan Alfeandra Dewangga
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Uji Coba Rudal PKT Dinilai Mengintimidasi Masyarakat Internasional, Sejumlah Negara Mengecam Keras
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Komdigi: Judi Online Memanfaatkan Kepuasan Sesaat Pengguna
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.