JAKARTA, DISWAY.ID -- Polda Metro Jaya tengah bersiap untuk menggelar konferensi pers terkait perkembangan penyidikan Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi batu bara.
Kegiatan tersebut nantinya akan berlangsung di Gedung Promoter, Mapolda Metro Jaya, Jakarta pada Jumat, 10 Juli 2026 malam WIB.
Menariknya, sejumlah aparat telah bersiap siaga. Bahkan puluhan personel dari Brigade Mobile (Brimob) sejak pukul 15.30 WIB melakukan pengamanan ketat lingkungan Polda Metro.
BACA JUGA:Kortas Tipikor Polri Usut Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara, Habiburokhman: Siapa pun Pelakunya Proses Hukum!
Pantuan Disway di lokasi, setidaknya ada 50 Brimob disiagakan untuk menjaga kondusifitas jelang perilisan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) batu bara PLN, PT Asabri, Krakatau Steel serta PT CBS-PT KNI.
Sebelumnya, puluhan aparat kepolisian telah bersiaga dari area trotoar di depan Gedung Promoter hingga ke area depan pintu masuk menuju lobi.
Selain itu, terdapat juga tiga baris polisi bersenjata lainnya berjaga di area parkir mobil depan Gedung Promoter.
Kini, puluhan aparat Brimob yang semula berjaga di depan gedung, namun tidak terlihat satupun personel menjaga.
BACA JUGA:Usut Dugaan Korupsi Batu Bara PLTU yang Rugikan Negara Rp5 Triliun, Kortas Tipidkor Temukan Penyimpangan!
Dalam penyidikan perkara tersebut, penyidik sebelumnya telah melakukan penggeledahan di 13 lokasi berbeda.
Sejumlah lokasi yang digeledah antara lain sebuah restoran di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, rumah di Sentul, Kabupaten Bogor, serta ruko di kawasan Cipete.
Dari serangkaian penggeledahan itu, penyidik dari tim Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya menyita berbagai barang bukti bernilai fantastis. Di antaranya uang tunai sebesar Rp67 miliar dalam bentuk dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat.
Tak hanya itu, dari penggeledahan rumah di kawasan Sentul, penyidik juga menyita uang senilai Rp476 miliar serta emas batangan dengan total berat mencapai 74 kilogram yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang tengah diusut.
Hingga berita ini ditulis, Polda Metro Jaya masih bersiap menggelar konferensi pers untuk mengungkap perkembangan terbaru penyidikan, termasuk kemungkinan penetapan tersangka maupun rincian peran pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.





