ASN Diimbau Manfaatkan Fleksibilitas Kerja untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengimbau instansi pemerintah memberi fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin mengantar anak di hari pertama sekolah. 

Imbauan ini tertuang dalam surat Menteri PANRB nomor B/257/M.KT.02/2026 yang diterbitkan Menteri PANRB Rini Widyantini pada Jumat (10/7/2026), dalam rangka mendukung penguatan ketahanan keluarga dan peran keluarga bagi pegawai ASN. 
BACA JUGA:Wali Kota Bandung Farhan Sakit Apa? Mendadak Pucat dan Lemas Dilarikan ke Rumah Sakit

Melalui surat tersebut, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di instansi pemerintah diminta memberi kesempatan kepada ASN yang memiliki anak pada jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah untuk mengantar anak di hari pertama masuk sekolah, dengan mengacu pada Peraturan Menteri PANRB No. 4/2025 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel pada Instansi Pemerintah.

"Penerapan fleksibilitas kerja ini tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan," kata Menteri Rini di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

BACA JUGA:VinFast Hadirkan Program Sewa Kendaraan Listrik di Indonesia, Solusi Tingkatkan Kesejahteraan Pengemudi

Ia berharap, melalui pengaturan fleksibilitas kerja yang baik, ASN sebagai orang tua dapat mendampingi anak di hari pertama sekolah tanpa mengurangi profesionalisme, produktivitas, maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Imbauan ini juga sejalan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang diatur dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN No. 17/2026, 

Sebagai bagian dari strategi nasional penguatan ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045 dan upaya mengatasi fenomena fatherless dengan memperkuat peran orang tua, khususnya ayah, dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini.

BACA JUGA:Film Bisikan Desa Gringsing Rilis Trailer Perdana, Tayang di Bioskop Mulai 24 September 2026

"Kehadiran seorang orang tua dalam tumbuh kembang anak bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting yang memiliki dampak mendalam dan jangka panjang. 

Gerakan ini merupakan langkah sederhana namun dapat membawa dampak psikologis untuk mendekatkan kehadiran orang tua terutama ayah pada anak," tutup Rini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa UB Tengah Diproses Etik
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Pemerintah Sudah Tutup 240 BUMN, Target Tembus 800 di Akhir Tahun
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
TNI Temukan Harta Karun Emas-Berlian 11 Kg di Bekas Markas Jepang
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kisah Rasha, Pejuang SNBT dari Kursi Roda yang Tembus Teknik Fisika UGM
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Prabowo Sentil Pihak yang Tolak Implementasi B50: Mereka Cuma Mau Kita Impor Solar
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.