VIVA – Para pemain Timnas Indonesia mendapat kabar buruk dari Belanda. Klub-klub Eredivisie kini harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar jika ingin merekrut pemain yang tidak memiliki paspor Uni Eropa (UE).
Aturan terbaru itu membuat peluang transfer pemain Indonesia ke Liga Belanda berpotensi semakin sulit, terutama bagi klub-klub papan tengah hingga bawah yang memiliki anggaran terbatas. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari regulasi ketenagakerjaan Pemerintah Belanda yang mengatur perekrutan tenaga kerja dari luar Wilayah Ekonomi Eropa (EEA).
Media Belanda, Voetbal International, melaporkan bahwa batas minimal gaji pemain non-Uni Eropa kembali mengalami kenaikan untuk musim 2026/2027. Kini, setiap pemain berusia 21 tahun ke atas yang tidak memiliki paspor Uni Eropa harus menerima gaji minimal sekitar 630 ribu euro atau setara hampir Rp12 miliar per tahun agar memenuhi syarat memperoleh izin kerja di Belanda.
Angka tersebut naik dibandingkan musim sebelumnya yang berada di kisaran 608 ribu euro atau sekitar Rp11,6 miliar per tahun. Kenaikan ini sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak aturan tersebut pertama kali diterapkan di sepak bola Belanda.
- Instagram/maartenpaes
Kebijakan tersebut berakar dari hukum migrasi tenaga kerja Belanda yang mengedepankan prinsip bahwa perusahaan harus memiliki alasan kuat untuk mempekerjakan pekerja dari luar EEA. Kawasan itu mencakup 27 negara anggota Uni Eropa, ditambah Islandia, Liechtenstein, dan Norwegia, sementara Swiss juga tidak termasuk dalam kategori pemain non-Uni Eropa.
Aturan mengenai pemain non-Uni Eropa sendiri mulai diperketat setelah putusan Bosman pada 1995. Pemerintah Belanda bersama klub profesional, organisasi pengusaha sepak bola, serta serikat pemain kemudian menyepakati bahwa pemain non-Uni Eropa harus memenuhi syarat olahraga dan menerima gaji minimal sebesar satu setengah kali rata-rata gaji pemain Eredivisie.
Kebijakan tersebut membuat banyak klub harus berpikir lebih matang sebelum mendatangkan pemain dari luar Uni Eropa. Pasalnya, tidak semua klub memiliki kemampuan finansial untuk membayar gaji hingga hampir Rp12 miliar per musim kepada pemain yang belum terbukti kualitasnya.
- FC Emmen
Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemain Timnas Indonesia yang ingin melanjutkan karier di Belanda. Meski demikian, terdapat pengecualian bagi pemain muda.





