Ground Breaking PSEL Bekasi Ditunda, Lahan Belum Penuhi Standar Danantara

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Ground breaking pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi ditunda.

Pemerintah Kota Bekasi menyebut, kesiapan lahan menjadi kendala utama karena lokasi yang disiapkan belum sepenuhnya memenuhi standar yang diminta oleh Danantara selaku pihak pengelola proyek.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Kiswatiningsih mengatakan, penundaan tersebut terjadi karena adanya perbedaan pemahaman terkait standar kesiapan lahan antara pemerintah daerah dan pihak pengelola.

Baca juga: Cuaca Bekasi Makin Terik, Waspadai Dehidrasi dan Paparan Sinar Matahari

Menurut dia, Pemkot Bekasi sebelumnya memahami bahwa tugas pemerintah daerah hanyalah menyediakan lahan.

Namun, Danantara mengharapkan lahan tersebut sudah dalam kondisi siap, termasuk proses pengurukan yang telah selesai.

“Ternyata yang dimaksud kesiapan lahan semua tanah sudah diuruk. Sementara Kota Bekasi pengurukannya baru tahap satu,” kata Kiswatiningsih saat ditemui di lokasi proyek PSEL Ciketing Udik, Jumat (10/7/2026).

Saat ini, Pemkot Bekasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenkopangan) masih melakukan pembahasan untuk mencari solusi agar proyek strategis nasional (PSN) tersebut dapat segera berjalan.

Kiswatiningsih menjelaskan, dari total kebutuhan lahan seluas 5 hektar untuk pembangunan PSEL, saat ini baru sebagian area yang telah dilakukan pengurukan.

Baca juga: Bekasi Panas Menyengat Saat Siang dan Dingin Saat Malam, BMKG: Fenomena Bediding

Selain luasan lahan yang belum sepenuhnya siap, ketinggian hasil pengurukan juga belum memenuhi standar yang ditetapkan Danantara.

“Intinya agar yang 5 hektar itu tertutup semua karena existing baru tertutup 2,2 hektar,” ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat rencana ground breaking yang sebelumnya dijadwalkan pada 8 Juli 2026 harus kembali dibahas bersama pemerintah pusat.

Menurut dia, keputusan terkait jadwal baru pelaksanaan ground breaking masih menunggu hasil pembahasan bersama Kemenkopangan.

Kiswatiningsih memastikan, tertundanya pembangunan PSEL bukan disebabkan adanya kendala anggaran.

Ia mengatakan, Pemkot Bekasi telah menyiapkan anggaran pengurukan lahan melalui APBD tahun berjalan yang dialokasikan dalam dua tahap, yakni APBD murni dan APBD perubahan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Yang sekarang Rp 10 miliar, yang di anggaran perubahan Rp 25 miliar,” kata Kiswatiningsih.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah 4 Talenta Muda Raih Mimpi di Timnas U-17 lewat Papua Football Academy
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Wamendiktisaintek dorong Konsorsium kampus entaskan kemiskinan di NTT
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Minta Masyarakat Bersabar Menanti Perluasan MBG
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jampidsus Febrie Ajak Masyarakat Sikapi Informasi Secara Bijaksana
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Musnahkan Barang Impor Longstay, Bea Cukai Tanjung Priok Dorong Arus Logistik Nasional
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.