BEKASI, KOMPAS.com – Ground breaking pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi ditunda.
Pemerintah Kota Bekasi menyebut, kesiapan lahan menjadi kendala utama karena lokasi yang disiapkan belum sepenuhnya memenuhi standar yang diminta oleh Danantara selaku pihak pengelola proyek.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Kiswatiningsih mengatakan, penundaan tersebut terjadi karena adanya perbedaan pemahaman terkait standar kesiapan lahan antara pemerintah daerah dan pihak pengelola.
Baca juga: Cuaca Bekasi Makin Terik, Waspadai Dehidrasi dan Paparan Sinar Matahari
Menurut dia, Pemkot Bekasi sebelumnya memahami bahwa tugas pemerintah daerah hanyalah menyediakan lahan.
Namun, Danantara mengharapkan lahan tersebut sudah dalam kondisi siap, termasuk proses pengurukan yang telah selesai.
“Ternyata yang dimaksud kesiapan lahan semua tanah sudah diuruk. Sementara Kota Bekasi pengurukannya baru tahap satu,” kata Kiswatiningsih saat ditemui di lokasi proyek PSEL Ciketing Udik, Jumat (10/7/2026).
Saat ini, Pemkot Bekasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenkopangan) masih melakukan pembahasan untuk mencari solusi agar proyek strategis nasional (PSN) tersebut dapat segera berjalan.
Kiswatiningsih menjelaskan, dari total kebutuhan lahan seluas 5 hektar untuk pembangunan PSEL, saat ini baru sebagian area yang telah dilakukan pengurukan.
Baca juga: Bekasi Panas Menyengat Saat Siang dan Dingin Saat Malam, BMKG: Fenomena Bediding
Selain luasan lahan yang belum sepenuhnya siap, ketinggian hasil pengurukan juga belum memenuhi standar yang ditetapkan Danantara.
“Intinya agar yang 5 hektar itu tertutup semua karena existing baru tertutup 2,2 hektar,” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat rencana ground breaking yang sebelumnya dijadwalkan pada 8 Juli 2026 harus kembali dibahas bersama pemerintah pusat.
Menurut dia, keputusan terkait jadwal baru pelaksanaan ground breaking masih menunggu hasil pembahasan bersama Kemenkopangan.
Kiswatiningsih memastikan, tertundanya pembangunan PSEL bukan disebabkan adanya kendala anggaran.
Ia mengatakan, Pemkot Bekasi telah menyiapkan anggaran pengurukan lahan melalui APBD tahun berjalan yang dialokasikan dalam dua tahap, yakni APBD murni dan APBD perubahan.
“Yang sekarang Rp 10 miliar, yang di anggaran perubahan Rp 25 miliar,” kata Kiswatiningsih.





