Respons Keresahan Presiden Prabowo, Menpora Erick Thohir Buka Suara Terkait Target Piala Dunia

jpnn.com
14 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai keresahan Presiden Prabowo Subianto terkait kegagalan timnas sepak bola melaju ke Piala Dunia 2026 sebagai wujud kepedulian mendalam terhadap prestasi olahraga nasional.

"Bapak Presiden (Prabowo Subianto) secara simbolik pasti maksud dan tujuannya tidak hanya sepak bola, tetapi seluruh olahraga yang memberikan kontribusi yang luar biasa untuk citra dan kehormatan bangsa," kata Erick Thohir kepada awak media di Jakarta, Jumat.

BACA JUGA: Setelah Prabowo Mencari Erick dan Purbaya, PSSI Fokus Target Indonesia Masuk Piala Dunia 2030

Keresahan itu diungkapkan Presiden saat menyampaikan sambutan dalam peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

Menurut Menpora apa yang disampaikan Presiden menunjukkan bahwa Kepala Negara sangat memahami peranan olahraga dalam rangka mengangkat kehormatan bangsa di pentas dunia.

BACA JUGA: Piala Dunia 2026: Pelatih Spanyol Pilih Lupakan Prancis, Belgia Jadi Prioritas Utama

Tidak hanya itu, kata dia, orang nomor satu di Indonesia itu juga sangat memahami pentingnya pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang untuk mempersiapkan para atlet agar bisa berprestasi di panggung internasional.

"Intinya tidak ada program keolahragaan jangka pendek, itu kan kira-kira yang beliau (Presiden Prabowo Subiantio) sampaikan gitu. Dan alhamdulillah beliau juga menyebutkan Pak Menkeu, nah kan jadi sesuai gitu," katanya merujuk pada pentingnya dukungan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pemusatan latihan jangka panjang.

BACA JUGA: Piala Dunia 2026: Pelatih Swiss Bongkar Titik Lemah Argentina

Menpora menambahkan pihaknya terus mendorong pelatnas jangka panjang karena para atlet harus dipersiapkan secara matang untuk bisa meraih mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang seperti SEA Games, Asian Games, Olimpiade.

"Tidak mungkin persiapan Olimpiade 2032 baru disiapkan 2031, enggak mungkin. Tahun depan SEA Games, enggak ada pelatnas tahun ini, enggak mungkin. Asian Games tinggal September, tidak mungkin pelatnas berhenti harus jalan," katanya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hampir 7 Persen Wilayah Indonesia Sudah Sebulan Lebih Tanpa Hujan, Ini Kata BMKG
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Pemkot Makassar Gencarkan Edukasi PP Tunas: Tunggu Anak Siap Bermedsos
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Lionel Scaloni Blak-blakan Akui Keuntungan yang Didapatkan Argentina karena Keputusan FIFA di Piala Dunia 2026
• 54 menit laluviva.co.id
thumb
Ariana Grande Batal Bergabung dalam Serial American Horror Story Musim Ke-13 karena Bentrok Jadwal Tur
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Fiskal Sejumlah Daerah Terbatas, DPR RI Usul Gaji PPPK Pakai APBN
• 21 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.