Lirik dan Makna Lagu Titip Rindu Buat Ayah - Ebiet G. Ade & Iwan Fals, Kolaborasi Dua Maestro

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Dua maestro musik Indonesia, Ebiet G. Ade dan Iwan Fals, berkolaborasi dalam proyek lagu “Titip Rindu Buat Ayah”.  Single versi terbaru ini dirilis pada 2 September 2025. Aslinya, karya ini dimuat dalam album Aku Ingin Pulang (1992) sebagai trek ke-10.
 
Lagu yang ditulis oleh Ebiet G. Ade ini dihadirkan kembali dengan nuansa baru, di mana suara Iwan Fals menambah kedalaman emosional bak dialog hangat antara dua sahabat lama.
 
Kolaborasi ini juga mendapat sentuhan istimewa dari David dan Lukman NOAH serta Petra Sihombing sebagai produser musik. Keduanya menjaga esensi orisinal lagu sambil menambahkan aransemen yang lebih segar dan relevan lintas generasi. Makna Lagu “Titip Rindu Buat Ayah” - Ebiet G. Ade dan Iwan Fals Bagi Ebiet G. Ade, lagu “Titip Rindu Buat Ayah” menggambarkan kerinduannya kepada sosok ayah yang telah meninggalkannya sejak di bangku SMP. Lagu ini sangat personal untuknya karena ia menuangkan semua kerinduan di dalam lagu ini. 

Baca Juga :

Iwan Fals Panik Rocky Gerung Pelesetkan Lagunya Singgung Wapres: Cukup, Cukup!

Meski judulnya ditujukan kepada sang ayah secara eksplisit, ia pernah mengungkap bahwa lagu ini dibuat untuk sang ibunda. “Titip Rindu Buat Ayah” menggambarkan kerinduan penyanyi terhadap perjuangan sang ibunda dalam membesarkan anak-anaknya.

“Kalau ayah itu memberi panduan, tapi ibu itu justru yang secara detail membuat kita merasa yakin bahwa hidup ini ada perjalanannya," ucap Ebiet. G. Ade dalam sebuah konferensi pers di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan, tahun lalu. Lirik Lagu “Titip Rindu Buat Ayah” - Ebiet G. Ade dan Iwan Fals Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
 
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
 
Kau nampak tua dan lelah
 
Keringat mengucur deras
 
Namun kau tetap tabah hmh...
 
Meski nafasmu kadang tersengal
 
Memikul beban yang makin sarat
 
Kau tetap bertahan
 
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
 
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
 
Bahumu yang dulu kekar
 
Legam terbakar matahari
 
Kini kurus dan terbungkuk hmm...
 
Namun semangat tak pernah pudar
 
Meski langkahmu kadang gemetar
 
Kau tetap setia
 
Ayah dalam hening sepi kurindu
 
Untuk menuai padi milik kita
 
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
 
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
 
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
 
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
 
Bahumu yang dulu kekar
 
Legam terbakar matahari
 
Kini kurus dan terbungkuk hmm...
 
Namun semangat tak pernah pudar
 
Meski langkahmu kadang gemetar
 
Kau tetap setia
 

 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hakim: Suap Bea Cukai John Field dkk Tak Sepenuhnya Atas Inisiatif Terdakwa
• 22 jam lalukompas.com
thumb
John Herdman Tiba-tiba Singgung Malaysia usai Bicara Kekuatan Vietnam, Ada Apa dengan Pelatih Timnas Indonesia?
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Menteri LH Jumhur Hidayat Ajak NTB Benahi Persoalan Lingkungan
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Jaksa Agung Sudah Tahu
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Praduga Tak Bersalah Bergeser: Roy Suryo Sebut Hukum Kini Sekadar Vonis
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.