VIVA –Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mendapat sorotan hangat dari publik usai respon tak biasanya terhadap wartawan. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, Ati tampak kesal saat ditanya terkait dengan temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di instansinya mengenai pengadaan videotron di instansinya.
Awalnya, Ati menjelaskan temuan BPK yang berkaitan dengan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dalam proyek pengadaan videotron pada Tahun Anggaran 2025. Dia menjelaskan bahwa semua temuan BPK telah ditindaklanjuti.
"Semua temuan BPK pasti ditindaklanjuti, untuk teknis tindak lanjutnya bisa ditanyakan ke Inspektorat," kata dia dikutip dari media sosial, Sabtu 11 Juli 2026.
Namun suasana berubah ketika ia mendapat pertanyaan lanjutan mengenai temuan BPK yang disebut kerap muncul di instansi yang dipimpinnya. Dirinya kemudian terlihat kesal dan meminta mengakhiri wawancara tersebut.
"Banyak bener (pertanyaan) sih lu, udah atuh," kata dia dikutip dari media sosial, Sabtu 11 Juli 2026.
Ati yang kemudian terlihat menuju mobil langsung berbalik badan dan menghampiri wartawan. Dia meminta wartawan yang ada di lokasi untuk terus merekam dirinya sekaligus menanyakan nama dari wartawan yang
"Itu biasa. Video aja bikin video nggak apa-apa. Terlalu jahat. Siapa namaku, ya biasa aja. Maksud saya udah dong boleh dong saya menyelesaikan ditunggu," kata dia.
Sebagaimana diketahui, dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025 disebutkan Pemprov Banten menganggarkan belanja modal peralatan dan mesin sebesar Rp 398,19 miliar, termasuk pengadaan videotron di Dinas Kesehatan senilai Rp 2,77 miliar.
Meski telah selesai dan dibayar, BPK RI menemukan adanya ketidaksesuaian spesifikasi pada spesifikasi pada proyek pengadaan videotron Dinkes Banten tahun anggaran 2025 dengan nilai sekitar Rp79,2 juta. Temuan tersebut kini masuk dalam mekanisme tindak lanjut hasil pemeriksaan (TLHP).





