Pihak berwenang menemukan uang tunai dalam jumlah besar yang disembunyikan di dalam gorong-gorong lubang drainase saat melakukan penyelidikan kasus korupsi yang melibatkan pejabat Kementerian Perminyakan Irak. Penemuan tersebut diumumkan otoritas Kamis waktu setempat, sebagai bagian dari kampanye pemberantasan korupsi yang tengah digencarkan pemerintah. (Dok. Republic of Iraq Supreme Judicial Council)
2/6Otoritas kehakiman menyatakan telah menyita tambahan 14 miliar dinar Irak (sekitar Rp191 miliar), dari penyelidikan yang terkait dengan eks Wakil Menteri (Wamen) Perminyakan Irak bidang Penyulingan Adnan Al Jumaili, yang kini ditahan. Seorang hakim investigasi di Pengadilan Kriminal Anti-Korupsi Pusat mengatakan uang itu ditemukan tersembunyi di dalam gorong-gorong drainase air hujan di rumahnya. Dok. Republic of Iraq Supreme Judicial Council)
Kasus ini merupakan bagian dari kampanye anti-korupsi yang diluncurkan Perdana Menteri (PM) Ali Al Zaidi sejak menjabat pada Mei lalu, dengan fokus membongkar praktik penyelewengan dana negara di berbagai sektor. (Dok. Republic of Iraq Supreme Judicial Council)
4/6Penyitaan terbaru ini menyusul pengungkapan beberapa hari sebelumnya ketika pengadilan Irak menemukan 25 miliar dinar Irak, uang tunai sebesar US$1 juta atau sekitar Rp18,18 miliar, serta lima kilogram perhiasan emas yang disembunyikan di dalam botol air plastik di rumah Al Jumaili di Tikrit. Dewan Yudisial Tertinggi menyebut total aset yang telah disita dalam kasus ini mencapai 127 miliar dinar Irak, US$24 juta atau sekitar Rp436,33 miliar uang tunai, selain properti, kendaraan, dan perhiasan emas. (Dok. Republic of Iraq Supreme Judicial Council)
Al Jumaili ditangkap bulan lalu atas dugaan korupsi dalam kontrak pembangunan kilang minyak. Penyidik menduga praktik suap dan penggelapan bernilai miliaran dolar terjadi dalam proyek tersebut. Dalam penggerebekan sebelumnya, aparat juga menyita sekitar US$10 juta atau sekitar Rp181,8 miliar, tiga miliar dinar Irak, 1,5 kilogram emas, sekitar 40 properti di Baghdad, Salaheddin, dan Erbil, serta sejumlah senjata. (Dok. Republic of Iraq Supreme Judicial Council)
6/6Sementara itu, akhir bulan lalu pasukan keamanan Irak juga menangkap 47 anggota parlemen dan pejabat, termasuk eks Wamen Perminyakan Urusan Distribusi Ali Maarij, dalam rangkaian operasi yang disebut pemerintah sebagai upaya memperkuat lembaga negara dan melindungi dana publik. (Dok. Republic of Iraq Supreme Judicial Council)
Add as a preferredsource on Google




