Nasib 7 Saham Pendatang Baru 2026, Tidak Lagi ARA Berjilid setelah IPO

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kondisi pasar saham yang masih lesu membuat kinerja saham emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2026 bergerak beragam. Sebagian mampu mencatatkan auto reject atas (ARA) beruntun setelah penawaran saham perdana atau IPO, sementara lainnya hanya bertahan singkat sebelum terkoreksi.

PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) menjadi emiten pertama yang melantai di BEI pada 2026. Meski IHSG mulai melemah saat pencatatan perdana, saham WBSA yang ditawarkan di harga Rp168 mampu mencatatkan enam kali ARA beruntun.

Berdasarkan data perdagangan, sejak melantai pada 8 April 2026 hingga 6 Mei 2026, saham WBSA melonjak 855,36% ke level Rp1.605 per saham.

Setelah WBSA, aktivitas IPO baru kembali ramai pada Juli 2026 dengan enam emiten baru yang mencatatkan sahamnya di BEI. Dua emiten pertama adalah PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) dan PT Niramas Utama Tbk. (JELI).

Saham JECX yang ditawarkan di harga Rp1.250 sempat mencatatkan dua kali ARA hingga menyentuh Rp1.950 per saham. Namun, setelah itu harganya terkoreksi ke Rp1.430, sehingga kenaikannya sejak IPO tersisa 14,4%.

Sementara itu, JELI membukukan kinerja lebih baik dengan tiga kali ARA beruntun. Dari harga penawaran Rp900, sahamnya sempat menyentuh Rp1.755 sebelum terkoreksi ke Rp1.495 per saham. Posisi tersebut masih mencerminkan kenaikan 66,11% dibandingkan harga IPO.

Baca Juga

  • Susul RANS hingga JELI, BEI: 4 Perusahaan Siap IPO
  • Deretan Saham Paling Cuan saat IHSG Terimbas MSCI hingga S&P, Simak Top Gainers Bursa Pekan Ini
  • Saham-Saham Paling Jatuh Kala IHSG Menguat Sepekan, Simak Daftar Top Losers Minggu Ini

Berbeda dengan dua emiten tersebut, PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI) hanya mencatatkan satu kali ARA setelah melantai pada 8 Juli 2026. Dari harga IPO Rp470, saham EMMI kini berada di level Rp490 atau naik 4,26%.

Kinerja serupa dialami PT Bach Multi Global Tbk. (BACH). Setelah mencatatkan satu kali ARA pada hari pertama perdagangan, sahamnya bergerak stagnan sebelum kembali turun ke Rp500 per saham. Dibandingkan harga IPO Rp442, saham BACH masih menguat 13,12%.

Sementara itu, PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL), yang melantai pada 9 Juli 2026, mencatatkan dua kali ARA beruntun hingga mencapai Rp218 per saham. Kenaikannya sejak IPO telah mencapai 81,67%.

Adapun PT Rans Entertainment Indonesia Tbk. (RANS), yang menjadi emiten terbaru di Juli 2026, mencatatkan kenaikan 34,12% pada hari pertama perdagangan pada Jumat (10/7/2026). Saham RANS ditutup di level Rp228 per saham dari harga penawaran perdana.

Berikut pergerakan saham-saham emiten anyar yang melantai di BEI pada 2026:

Emiten

Hari 1

Hari 2

Hari 3

Hari 4

Hari 5

Hari 6

WBSA

+34,52%

+24,78%

+24,82%

+25,00%

+25,00%

+24,55%

JECX

+24,80%

+25,00%

-14,87%

-13,86%

-

-

JELI

+25,00%

+24,89%

+24,91%

-14,81%

-

-

EMMI

+17,02%

-9,09%

-2,00%

-

-

-

BACH

+24,43%

0,00%

-9,09%

-

-

-

PRDL

+35,00%

+34,57%

-

-

-

-

RANS

+34,12%

-

-

-

-

-

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prof Hamzah Halim Minta Publik Tak Menggiring Penggeledahan Rumah Jampidsus Jadi Konflik Polri-Kejaksaan
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Kejagung: Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Kasus Febrie Ardiansyah dan DS Dilimpahkan ke Kejagung, Pastikan Penanganan Perkara Profesional
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Saat Warga "Biasa" Membangun Kepercayaan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Oknum Satpol PP DKI Diduga Pungli, Minta Rp 300.000 di Rumah Belajar Jakut
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.