TABLOIDBINTANG.COM - Sebagai bagian dari perayaan 25 tahun berkarya, Inter Model Management Jakarta menghadirkan Asian Ethnic Got Talent yang mempertemukan peserta dari berbagai negara. Ajang ini mempertandingkan tiga kategori, yakni model, singing, dan dancing.
Peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Filipina, Thailand, dan Brunei Darussalam. Dewan juri terdiri atas Ratna Listy, Ratu Bidadadari, Stephen Alexander, Abi Sacron, Yana Dancer, Zanura (Malaysia), Dyah Gayatri (Singapura), dan Gevara (Timor Leste).
Jefri Syaiful menjelaskan bahwa penyelenggaraan Asian Ethnic Got Talent memiliki misi lebih dari sekadar mencari bakat baru. Menurutnya, ajang ini juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya setiap negara melalui busana dan kesenian tradisional.
"Untuk memperkenalkan dan mengangkat budaya tiap negara (ETHNIC), seperti batik, tenun, dan songket," ujar Jefri Syaiful.
Tercatat, peserta yang mengikuti kompetisi berasal dari Indonesia sebanyak 75 orang, Malaysia 10 orang, Timor Leste delapan orang, Filipina enam orang, dan Singapura satu orang.
Selain kompetisi model, menyanyi, dan tari, peserta juga menampilkan kekayaan budaya masing-masing negara melalui tarian tradisional, lagu, serta kain khas seperti batik, tenun, dan songket.
"Selain mengangkat budaya kain ETHNIC tiap negara, juga mengangkat culture budaya seperti, tarian dan nyanyian," katanya.
Menurut Jefri, ajang ini menjadi ruang promosi budaya yang efektif karena masyarakat dapat mengenal lebih dekat tradisi dan kekayaan budaya dari negara-negara peserta.
"Bagus sekali wadah ini untuk promo tiap negara, karena kita bisa lebih mengenal secara dekat kain dan budaya tiap negara yang ditampilkan peserta di acara ini," ungkapnya.
Tak hanya memperebutkan gelar juara, para pemenang juga akan memperoleh kesempatan mengembangkan karier di industri hiburan. Untuk kategori vokal, Inter Model Management Jakarta menyiapkan hadiah berupa rekaman lagu bagi peserta dari Malaysia dan Indonesia. Sementara kategori model akan mendapatkan kesempatan menjadi foto sampul dan halaman fashion.
Selain itu, para finalis dan pemenang kategori model maupun vokal akan tampil dalam podcast Ratas TV. Sekitar 25 peserta juga akan mengikuti proses casting sinetron di rumah produksi MKF setelah kompetisi berakhir.
Jefri berharap penyelenggaraan berikutnya dapat melibatkan lebih banyak negara dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi talenta muda Asia Tenggara.
"Harapannya semoga di tahun depan bisa lebih banyak lagi peserta dari negara tetangga yg bisa terlibat ikut," tuturnya.
Ia memastikan Asian Ethnic Got Talent akan kembali digelar pada 2027 dengan cakupan peserta internasional yang lebih luas.
"InsyaAllah akan d selenggarakan kembali Asian ETHNIC Got Talent di tahun 2027 dan berharap bisa diikuti lebih banyak lagi dari negara tetangga," pungkas Jefri Syaiful.




