Perempuan berinisial P, atau yang sebelumnya diberitakan sebagai DS (15), korban pelecehan seksual oleh mantan pengurus Perbakin Surabaya, kembali menjalani latihan di Lapangan Tembak Perbakin Surabaya pada Sabtu (11/7/2026).
Kembalinya P berlatih untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim, disambut baik oleh teman sebaya, pelatih, pengurus Perbakin, bahkan oleh KONI Surabaya dan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya.
Kepada awak media, P mengaku bisa kembali berlatih karena dia menyadari banyak menyayangi dan mendukung dia untuk menjadi atlet.
“Ya yang paling utama adalah support dari orang tua pastinya, sama orang-orang di sekitar saya yang sayang sama saya. Itu yang buat saya bangkit kembali dari masalah kemarin,” katanya.
Jelang seleksi Porprov yang akan digelar Minggu (12/7/2026) besok, P mengaku telah melakukan persiapan sejak tiga minggu terakhir, sebelum dia resmi kembali ke lapangan tembak.
“Tiga minggu terakhir saya sudah mulai latihan lagi, olahraga, juga drilling sendiri. Saya mulai buat belajar-belajar stage buat seleksi,” tambahnya.
Menyambut kehadiran P untuk kembali memperjuangkan mimpinya sebagai atlet tembak, Perbakin Surabaya, KONI Surabaya, dan Disbudporapar Surabaya, memberikan satu unit airsoft gun baru, tanpa harus meminjam alat.
“Pastinya senang banget,” tutur P.
Adapun Hadi Susilo Ketua Harian Perbakin Surabaya menyampaikan kalau kondisi P sudah pulih kembali dan bisa berkumpul dengan teman-temannya.
Selain itu, pihak Perbakin Surabaya juga memberikan pendampingan konseling jika memang dibutuhkan.
“Hari ini adalah hari pertama P berlatih kembali setelah melalui proses hukum yang begitu panjang. Kami bersyukur dan juga senang P bisa bangkit kembali. Kami juga memberikan penawaran pendampingan konseling jika memang dibutuhkan,” ungkapnya.
Sementara Arderio Hukom Ketua KONI Surabaya mengaku kalau pihaknya ikut terpukul dengan kejadian sebelumnya, yang menimpa seorang atlet muda.
Dia berharap, P selalu bisa mempertahankan semangatnya kembali dan bisa meraih prestasi di cabang olahraga menembak.
Selain itu, ke depan KONI Surabaya dan Disbudporapar Surabaya akan memperkiat pengawasan pada atlet. Karena menurutnya, lingkungan olahraga harus menjadi ruang aman bagi atlet untuk berkembang.
“Kita juga harus menhedukasi pada anak-anak kita, juga atlet bahwa olahraga ini tempat yang nyaman untuk mereka berekspresi dan meraih prestasi,” tutupnya. (kir/saf/faz)




