HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 digelar di Hotel Claro Makassar, Sabtu, 11 Juli.
Kegiatan ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”
Hadir dalam kegiatan tersebut Pelindung Tim Penggerak PKK Pusat Selvi Ananda Gibran, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina, serta Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Rangkaian HKG PKK ke-54 berlangsung pada 9–12 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, serta pameran produk UMKM.
Dalam sambutannya Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian, mengatakan tema HKG tahun ini menegaskan komitmen PKK dalam memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
“Tema ini menegaskan komitmen PKK untuk memperkuat pelaksanaan 10 program pokok PKK yang selaras dengan asta cita presiden dan wakil presiden Republik Indonesia sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia emas 2045,” ungkapnya.
Ia menilai jumlah kader PKK yang sangat besar menjadi potensi kekuatan sosial dalam mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional maupun daerah melalui pemberdayaan keluarga.
“Jumlah kader yang sedemikian besar merupakan potensi kekuatan sosial dapat mempercepat program prioritas nasional dan daerah melalui pemberdayaan keluarga melalui 10 program PKK berupa penguatan keluarga dalam pembentukan karakter, ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, dan ketahanan kesehatan,” terang Tri Tito.
Tri Tito menyebut sekitar 2.000 ketua dan kader PKK dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan di dalam ruangan, sementara jumlah peserta yang hadir di Kota Makassar jauh lebih banyak.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara TP PKK dengan sembilan kementerian, lembaga pemerintah, dan nonpemerintah. Selain itu, diberikan penghargaan Adi Bakti Utama berupa pin emas kepada kader TP PKK yang telah mengabdi lebih dari 25 tahun tanpa henti.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum puncak HKG, seluruh kader PKK di Indonesia telah melaksanakan berbagai kegiatan nasional, salah satunya pemberian Multiple Micronutrient Supplement secara serentak kepada 54 ribu ibu hamil yang berhasil meraih rekor MURI.
“Kami menyadari meskipun terjadi efisiensi anggaran namun gerakan PKK harus konsisten mendukung program pemerintah. Dengan demikian keberhasilan program PKK diharapkan berdampak bagi keluarga dan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Pelindung TP PKK Pusat, Selvi Ananda Gibran, menegaskan bahwa PKK dan Seruni memiliki tujuan yang sama dalam memberdayakan perempuan, anak, serta keluarga Indonesia.
“PKK dan Seruni kita berjalan di satu jalur, karena kita sama-sama memperhatikan perempuan memperhatikan anak dan juga memajukan masyarakat dan keluarga di Indonesia,” sebutnya.
Ia berharap kolaborasi yang telah dibangun melalui penandatanganan MoU mampu memperluas jangkauan program PKK kepada masyarakat.
“Semakin banyak kolaborasi pasti hasilnya akan maksimal. Tadi sidah ditanda tangani MoU antara PKK dan berbagai pihak ini kita harapkan kedepannya program-program PKK bisa lebih menyasar dan manfaatnya akan besar lagi manfaatnya ke seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya.
Selvi mengatakan program-program PKK memiliki peran penting dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 melalui penguatan karakter keluarga dan pola asuh anak.
“Begitu juga dengan kami di seruni kami bergerak di bidang yang sama demi memajukan masyarakat Indonesia, anak-anak Indonesia untuk sama-sama mewujudkan asta cita bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan geneasi emas tahun 2045. Dan itu bukan tanggung jawab pribadi tapi tanggung jawab kita bersama bagaimana kita bisa membawa Indonesia emas di tahun 2045 nanti melalui program-program dari PKK, karena 10 program pokok utama PKK itu sangat luar biasa sekali kalau diterapkan dengan baik,” jelasnya.
Menurutnya, perkembangan penggunaan gawai pada anak juga menjadi tantangan yang harus diimbangi dengan pola asuh yang tepat.
“Mulai dari pembinaan karakter, pola asuh dari orang tua, dan sekarang tidak bisa dipinhkiri, anak-anak memgang gadget sehingga pola asuh orang tua harus seimbang, karena penggunaan gadget ini ada sisi positif tapi juga kita harus mensiasati dampak negatifnya busa diminimalisir terhadap anak-anak kita nantinya,” ujarnya.
Selvi turut mengapresiasi dedikasi jutaan kader PKK di seluruh Indonesia.
“Banyak sekali yang bisa dilakukan PKK, apalagi di daerah-daerah itu saya tahu bahwa tenaga, waktu sangat banyak dicurahkan. Jadi tidak bisa disepelekan apa yang sudah dilakukan kader-kader PKK ini karena sudah terbukti apa yang sudah dilakukan kader PKK sangat bermanfaat kepada keluarga di Indonesia,” pungkasnya.
Ia juga menyemangati seluruh kader PKK agar terus bekerja secara gotong royong.
“Kader-kader PKK di seluruh Indonesia untuk tetap semangat, saya tahu pasti banyak tantangan, setuap daerah pasti lelah, tapi dengan keikhlasan bagaimana kita melihat keluarga Indonesia ini semakin sejahtera, oleh karena itulah kita bergerak bersama saya yakin dengan kekuatan gotong royong dan kerjasama dari seluruh kader PKK yang jumlahnya lebih dari 6 juta di seluruh Indonesia bisa bergandeng tangan mewujudkan Indonesia emas 2045 nanti,” sebut Selvi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan HKG PKK ke-54 di Makassar.
“Puncak HKG ini bukan hanya dari panitia saja tapi kolaborasi dsri seluruh pihak yang ada disini, kami dari TP PKK Sulsel mengucapkan terimakasih kepada TP PKK pusat yang telah memberikan bimbingan, arah kebijakan, dan juga dukungan moral kepada kami provinsi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” paparnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader PKK di Sulawesi Selatan hingga tingkat dasawisma serta kepada Gubernur Sulsel yang terus memberikan dukungan terhadap gerakan PKK.
“Kemudian kepada seluruh kader dan pengurus PKK saya jyga ucapkan terima kasih dari tingkat Dasawisma, pengurus desa, kecamatan, kabupaten kita yang ada di Sulsel, sehingga kegiatan ini bisa terlaksana,” ujarnya.
“Saya ucapkan terima kasih juga kepada bapak Gubernur Sulsel yang selalu mensupport kegiatan PKK dan juga sebagai pembina kami,” sambungnya.
Naoemi berharap HKG PKK menjadi momentum memperkuat implementasi 10 Program Pokok PKK dalam mendukung Asta Cita.
“Harapan besar kami dari seluruh kader PKK semua tingkatan di Provinsi Sulawesi Selatan dapat terus solid, adaptif, dan inovatif. Jadi kagitan HKG ini bukan hanya momentum perayaan saja tapi bagaimana memperkuat implementasi 10 program PKK kita untuk mendukung asta cita,” terang Naoemi.
Ia juga berharap TP PKK Pusat terus memberikan pembinaan kepada kader di daerah.
“Kepada TP PKK pusat, kami menaruh harapan besar agar terus memberikan moral, pembinaan inklusif bagi kader kami di daerah,” ungkapnya. (uca)





