Ramallah: Israel telah mengeluarkan 49 perintah militer yang membidik 2.093 dunam atau sekitar 209 hektare lahan milik pribadi warga Palestina di Tepi Barat sejak awal 2026, menurut Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Komisi tersebut menyatakan perintah-perintah yang diterbitkan dengan alasan "langkah-langkah keamanan" itu tidak secara resmi menyita atau memindahkan kepemilikan lahan.
Namun, kebijakan tersebut tetap memberlakukan pembatasan hukum dan fisik yang luas terhadap penggunaan lahan oleh pemiliknya.
Dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 12 Juli 2026, pembatasan tersebut antara lain mencakup izin bagi otoritas Israel untuk menebang atau memangkas pohon, membatasi akses warga ke lahan mereka, serta melarang aktivitas pertanian di kawasan yang terdampak.
Menurut komisi tersebut, sebagian besar kebijakan itu diterapkan di sekitar permukiman Israel, jalan penghubung permukiman, tembok pemisah, dan lokasi militer.
Langkah tersebut dinilai secara efektif memperluas kendali Israel atas lahan Palestina tanpa harus mengubah status kepemilikannya secara formal.
Data komisi menunjukkan Israel menerbitkan 47 perintah serupa yang mencakup 1.613 dunam lahan sepanjang 2025.
Jumlah tersebut meningkat menjadi 49 perintah yang memengaruhi 2.093 dunam hanya dalam enam bulan pertama tahun 2026.
Komisi menilai peningkatan tersebut mencerminkan semakin seringnya penggunaan perintah militer untuk mendukung pembangunan infrastruktur permukiman serta memperketat pembatasan akses warga Palestina terhadap tanah mereka.
Dalam laporan semesterannya, komisi itu juga mencatat sebanyak 3.488 serangan dilakukan oleh pasukan dan pemukim Israel di Tepi Barat sepanjang paruh pertama 2026.
Insiden tersebut meliputi serangan terhadap komunitas Palestina, pembakaran, penembakan, penyitaan lahan, hingga pembangunan pos-pos permukiman baru.
Kelompok pemantau anti-permukiman Israel, Peace Now, memperkirakan sekitar 500.000 pemukim Israel saat ini tinggal di Tepi Barat yang diduduki, selain sekitar 250.000 lainnya yang tinggal di Yerusalem Timur.
Menurut data resmi Palestina, sejak perang di Jalur Gaza pecah pada Oktober 2023, operasi militer Israel dan kekerasan oleh pemukim di Tepi Barat telah menewaskan sedikitnya 1.175 warga Palestina, melukai 12.919 orang, memaksa 33.000 orang mengungsi, serta menyebabkan hampir 24.000 penangkapan.
Baca juga: Israel Kembali Lakukan Penggerebakan di Tepi Barat, Ketegangan Kembali Meningkat




