Mikro-Nano Buble Ozon, Inovasi Ramah Lingkungan untuk Menjamin Kualitas dan Keamanan Ikan Tuna Indonesia

eranasional.com
9 jam lalu
Cover Berita

JEMBER, ERANASIONAL.COM – Tingginya kadar histamin akibat kontaminasi bakteri selama ini masih menjadi pemicu utama penolakan komoditas ikan tuna Indonesia di pasar internasional. Guna mengatasi persoalan klasik tersebut, dunia akademisi kini melahirkan inovasi teknologi pencucian ikan berbasis mikro-nano ozon sebagai solusi mutakhir penanganan pascapanen yang jauh lebih aman.

“Teknologi mikro-nano ozon ini terbukti secara signifikan dapat mereduksi kandungan histamin serta mendekontaminasi total bakteri penghasil histamin yang biasa merusak daging,” ujar Ketua Tim Peneliti Politeknik Negeri Jember (Polije), Abi Bakri.

Menurut Abi, gelembung gas berukuran super kecil ini mampu bertahan jauh lebih lama di dalam air sehingga sangat efektif merusak dinding sel mikroba secara merata. Menariknya, sistem sterilisasi ini sama sekali tidak meninggalkan residu kimia berbahaya pada daging ikan karena sisa ozon akan otomatis luruh kembali menjadi oksigen murni.

“Mesin pencuci ini sudah diaplikasikan secara nyata di industri perikanan Puger, UD Mitra Jaya Bahari, dan teruji di Laboratorium Analisis Pangan Polije mampu mempertahankan kesegaran tuna,” tambah Abi.

Sementara itu, adopsi teknologi ramah lingkungan ini dinilai sangat strategis untuk meningkatkan nilai tawar serta memperkuat hilirisasi sektor kelautan nasional di mata dunia. Penggunaan mesin pembersih modern ini terbukti mampu mempertahankan kecerahan warna asli daging, menekan aroma amis, sekaligus memperpanjang usia kelayakan simpan produk.

“Investasi pada teknologi yang mampu meningkatkan keamanan pangan akan jauh lebih menguntungkan bagi industri kita dibandingkan menghadapi risiko kerugian akibat penolakan produk ekspor,” tegas Abi.

Melalui pencapaian riset tersebut, Abi mendorong adanya sinergi lanjutan yang kuat antara pihak perguruan tinggi, instansi pemerintah, serta para pelaku usaha perikanan di lapangan. Dukungan regulasi, insentif teknologi, dan pendampingan dinilai menjadi kunci utama untuk mempercepat transformasi sektor perikanan menuju industri modern yang berkelanjutan.

“Negara yang mampu menghasilkan produk perikanan berkualitas tinggi, aman, dan ramah lingkungan seperti ini tentu akan memiliki keunggulan kompetitif yang semakin besar di pasar global,” pungkas Abi.

oleh: Abi Bakri, Dosen Teknologi Industri Pangan, Politeknik Negeri Jember


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fitur Instagram Dinilai Bikin Candu, Uni Eropa Ancam Denda Meta
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mengurai Celah Hukum di Balik Penetapan Tersangka Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Zulhas: 148 Ribu Pemasok Sudah Terlibat dalam Program MBG, Mayoritas dari Desa
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Harga Emas Masih Sulit Menanjak, Pasar Tunggu Data Inflasi AS Pekan Ini
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Semakin Banyak Negara Batasi Akses Anak ke Media Sosial, Indonesia Perlu Ukur Dampaknya
• 13 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.