HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pelatih baru PSM Makassar, Darije Kalezic, akhirnya tiba di Makassar pada Senin (13/7) malam. Kedatangan pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu menandai dimulainya persiapan serius Pasukan Ramang menghadapi Super League 2026/2027, termasuk membangun skuad baru setelah eksodus sejumlah pemain inti.
Darije dijadwalkan segera memimpin latihan perdana sekaligus berbaur dengan para pemain lama maupun rekrutan anyar yang dipersiapkan manajemen untuk musim kompetisi mendatang.
Musim baru bahkan belum dimulai, tetapi wajah PSM sudah berubah drastis. Sejumlah pemain yang selama ini menjadi bagian penting perjalanan Pasukan Ramang dipastikan meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir atau memilih menerima tantangan baru.
Hingga saat ini, PSM telah resmi melepas Reza Arya Pratama, Syahrul Lasinari, Alex Tanque, Ricky Pratama, Sulthan Zaky, dan Daffa Salman. Daftar tersebut berpotensi bertambah seiring masih santernya rumor kepergian Victor Dethan, Yuran Fernandes, dan Gledson Paixao.
Apabila seluruh rumor tersebut menjadi kenyataan, Darije akan memulai era keduanya di Makassar dengan skuad yang mengalami perubahan besar.
Namun kondisi tersebut justru membuka peluang bagi mantan pelatih yang pernah membawa PSM meraih gelar juara Liga 1 2018 itu untuk membangun tim sesuai filosofi permainannya.
Manajemen disebut memberikan kepercayaan penuh kepada Darije dalam menentukan komposisi pemain. Bahkan, PSM siap memanfaatkan regulasi Super League 2026/2027 yang memperbolehkan setiap klub mendaftarkan hingga 11 pemain asing apabila dibutuhkan.
Dukungan penuh tersebut menjadi sinyal bahwa PSM tengah memulai proyek pembangunan ulang tim, bukan sekadar melakukan penyegaran skuad.
Salah satu nama yang dikaitkan dengan PSM adalah Sergio Aguero, gelandang serang asal Brasil yang musim lalu memperkuat Kanchanaburi FC di Liga Thailand.
Meski hanya membukukan satu assist dalam 18 pertandingan, Sergio dinilai memiliki karakter sebagai pengatur tempo permainan dan penghubung lini tengah dengan lini depan, sektor yang beberapa kali menjadi kelemahan PSM musim lalu.
Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada masa depan kapten PSM, Yuran Fernandes.
Bek asal Tanjung Verde tersebut telah berstatus bebas transfer setelah kontraknya berakhir pada 31 Mei 2026. Hingga kini belum ada tanda-tanda perpanjangan kontrak, sementara rumor kepindahannya ke Persebaya Surabaya semakin menguat.
Kedekatan Yuran dengan Bernardo Tavares disebut menjadi salah satu faktor yang membuka peluang reuni keduanya di Surabaya.
Apabila benar hengkang, PSM tidak hanya kehilangan seorang bek asing, tetapi juga sosok pemimpin di lini belakang yang selama beberapa musim terakhir menjadi simbol kekuatan pertahanan Pasukan Ramang.
Sebagai antisipasi, PSM mulai dikaitkan dengan bek tengah asal Serbia, Nenad Lalic.
Pemain berusia 27 tahun itu dinilai memiliki karakteristik yang mirip dengan Yuran. Dengan tinggi badan mencapai 197 sentimeter, Lalic dikenal tangguh dalam duel udara serta mampu menjadi ancaman melalui situasi bola mati.
Sepanjang karier profesionalnya, Lalic telah mencetak enam gol, sebuah catatan yang cukup baik untuk ukuran seorang bek tengah.
Tak hanya itu, ia juga memiliki kemampuan bermain sebagai gelandang bertahan sehingga menawarkan fleksibilitas bagi Darije Kalezic dalam menyusun strategi.
Musim lalu bersama Nakhon Ratchasima FC di Liga Thailand, Lalic tampil dalam 30 pertandingan dengan total 2.544 menit bermain dan mencetak tiga gol.
Statusnya yang kini bebas transfer membuat peluang merekrutnya semakin terbuka bagi PSM.
Jika transfer tersebut terealisasi, Lalic diperkirakan akan melengkapi kekuatan lini belakang bersama Dusan Lagator dan Aloisio Neto.
Lagator dikenal agresif dan kuat dalam duel, sementara Neto menawarkan pengalaman serta ketenangan dalam mengatur organisasi pertahanan. Kehadiran Lalic diyakini dapat menghadirkan dominasi udara sekaligus menambah variasi taktik karena kemampuannya bermain di lebih dari satu posisi.
Kombinasi ketiga pemain tersebut berpotensi menjadi fondasi baru pertahanan PSM pada musim 2026/2027, terutama jika Darije memilih menerapkan skema tiga bek tengah.
Dengan kedatangan Darije Kalezic dan dimulainya proses perombakan skuad, PSM Makassar memasuki babak baru. Perpisahan dengan sejumlah pemain lama memang menandai berakhirnya satu era, namun di saat yang sama membuka harapan lahirnya kekuatan baru yang siap membawa Pasukan Ramang kembali bersaing di papan atas Super League musim depan.





