Jakarta, tvOnenews.com- Di tengah kabar duka komedian Temon Templar tutup usia, muncul rumor soal agamanya yang bertolak belakang dengan proses pemakamannya. Ini pun direspons Koh Dondy Tan.
- Instagram temontemplar27
Pria bernama Dondi Eko Putro Susanto atau Dondy Tan itu, akrab disapa Koh Dondy. Ia merupakan seorang pendakwah berdarah Tionghoa.
Dia juga seorang mualaf yang kini aktif mengurus organisasi pembinaan mualaf, seperti Yayasan Pembina Muallaf At-Tauhid (YPMA) dan Garda Mualaf Indonesia.
Mengetahui kabar soal komedian Temon yang diketahui seorang mualaf, namun dimakamkan secara nasrani sangat disayangkan.
Pasalnya, kata Koh Dondy sudah seharusnya orang terdekat atau keluarga yang mengetahui almarhum mualaf bisa mengurusnya secara islam.
- Instagram @abdelachrian
"Ketika seseorang telah menjadi mualaf dan orang-orang Islam kenalannya atau di sekitarnya mengetahuinya, maka orang-orang Islam yang mengenalnya sebagai mualaf (Muslim) berkewajiban untuk mengurus jenazahnya sesuai hukum Islam," katanya kepada tvOnenews.com, Selasa (14/7).
"Hal ini adalah fardhu kifayah bagi Muslim2 yang mengenalnya," sambung Koh Dondy.
Namun hal ini tidak menyalahkan pihak manapun. Respons Koh Dondy hanya menjawab kabar soal Abdel Achiar sebagai sohibnya Temon Templar, pernah menjelaskan jika kawannya seorang mualaf.
Terkait penjelasan Abdel disapa Cing Abel tersebut, ternyata viral dimedia sosial. Video yang bersumber dari sebuah podcast yang ketahui diposting pada 2025 lalu.
Dijelaskan oleh Abel, jika Temon menjadi mualaf karena berdasarkan ingin menikah. Namun ditutup usianya dimakamkan secara nasrani.
"Temon itu asalnya non-muslim cuman beliau jadi muslim (mualaf) karena pernikahan. Pernikahan banyak sih dia, anak sulungnya tujuh kalau nggak salah. Kayaknya pernah 7 kali nikah deh dan gue kenal semua istrinya," kata Cing Abdel dalam youtube paragramdotid, yang mengunggah ulang dari podcast Deddy Corbuzier.
Perlu diketahui, Komedian Temon yang bernama Simson Rarameha Ngadang, dimakamkan secara Nasrani di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026).
Diketahui, ia sempat menjadi mualaf saat pernikahan pertamanya, ia meninggal sebagai seorang Nasrani pada Minggu (12/7/2026) karena serangan jantung.




