JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Jakarta hari ini, Selasa (14/7/2026), didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan sejak pagi hingga malam hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dipublikasikan BMKG, seluruh wilayah Jakarta akan mengalami cuaca cerah pada pagi hari.
Kondisi tersebut meliputi Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Memasuki siang hari, cuaca cerah diperkirakan masih bertahan di Kepulauan Seribu dan Jakarta Barat.
Baca juga: Tak Nyaman Menjawab Petugas, Warga Bisa Isi Sensus Ekonomi 2026 Secara Mandiri
Sementara itu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diprediksi mengalami cuaca cerah berawan.
Pada sore hari, cuaca di Kepulauan Seribu diperkirakan berawan. Adapun wilayah Jakarta lainnya masih didominasi cuaca cerah berawan.
BMKG kemudian memprediksi cuaca cerah berawan akan mendominasi sebagian besar wilayah Jakarta pada malam hari, yakni Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Sementara Jakarta Barat diprakirakan berawan.
Untuk suhu udara, BMKG memperkirakan berada pada rentang 25 hingga 35 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 35 persen sampai 81 persen.
Baca juga: Bagaimana Nasib Ojek dan Area Jemput Setelah Integrasi Stasiun Karet-BNI City?
Warga Kini Bisa Pantau Prediksi Kualitas UdaraDi tengah kondisi cuaca yang relatif cerah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru-baru ini meluncurkan sistem peringatan dini kualitas udara melalui situs Udara Jakarta.
Peluncuran fitur tersebut dilakukan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, awal Juli lalu.
Pramono mengatakan, sistem tersebut memungkinkan masyarakat memantau kualitas udara Jakarta tidak hanya untuk hari berjalan, tetapi juga hingga tiga hari ke depan.
"Saya juga menyambut baik sistem peringatan dini di website Udara Jakarta yang dulu tidak pernah ada, hanya hari itu, sekarang dipersiapkan tiga hari prediksi ke depan. Hari itu dan tiga hari prediksi ke depan. Semoga ini menjadi referensi bagi kita untuk selalu melihat bagaimana polusi atau udara Jakarta pada saat itu," kata Pramono.
Baca juga: Stasiun Karet dan BNI City Akan Terintegrasi, Apa yang Berubah?
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi menjelaskan, pembaruan layanan tersebut terletak pada kemampuan memberikan prediksi kualitas udara hingga tiga hari mendatang.
"Ini langkah untuk tiga hari ke depan. Yang membedakan itu saja. Jadi tidak hanya kondisi saat ini, tapi ada prediksi untuk tiga hari ke depan," ujar Dudi.
Menurut dia, sistem tersebut nantinya juga akan terintegrasi dengan aplikasi Jakarta Kini (JAKI).
Selain itu, layanan memanfaatkan sensor kualitas udara yang telah tersebar di berbagai wilayah Jakarta sehingga masyarakat dapat memantau kondisi udara berdasarkan titik sensor terdekat dengan lokasi mereka.
"Nanti ada titik spot-nya, sensornya sudah terletak di seluruh Jakarta. Tinggal dibaca mendekati yang mana untuk posisi kita saat ini," kata Dudi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




