Apakah Harga Emas Akan ATH Lagi di Tahun 2026?

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas sempat mencetak rekor tertinggi pada awal 2026 sebelum bergerak melemah dan cenderung stabil dalam beberapa bulan terakhir.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah harga emas masih berpeluang mencetak all time high (ATH) lagi pada tahun ini?

Lembaga riset J.P. Morgan Global Research menilai peluang tersebut masih terbuka.

Dalam proyeksi terbarunya, harga emas diperkirakan dapat mencapai sekitar US$6.000 per troy ounce pada akhir 2026 dan berpotensi naik hingga US$6.300 per troy ounce pada 2027.

Meski demikian, perjalanan harga emas diperkirakan tidak akan mulus.

Setelah mencapai puncak pada akhir Januari, harga emas sempat terkoreksi pada Maret dan kini bergerak di kisaran US$4.170 hingga US$4.700 per troy ounce.

Baca Juga

  • Biang Kerok Harga Emas Anjlok Lagi Pertengahan Juli 2026
  • Harga Emas Perhiasan Hari Ini Selasa 14 Juli 2026, Turun Lagi
  • Banjir Katalis Saham MDKA, dari Dividen, Proyek Strategis, Hingga Simpanan Emas

Menurut Kepala Riset Logam Dasar dan Logam Mulia J.P. Morgan, Greg Shearer, pasar saat ini masih menunggu arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Jika The Fed kembali menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi, daya tarik emas sebagai aset investasi dapat berkurang karena investor berpotensi beralih ke instrumen yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang menopang harga emas. K

onflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel membuat banyak investor tetap menjadikan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Selain itu, kekhawatiran terhadap inflasi dan kondisi ekonomi global juga turut mendukung permintaan logam mulia.

Faktor lain yang menjadi sorotan adalah pembelian emas oleh bank sentral.

Meskipun data resmi menunjukkan pembelian emas melambat pada kuartal pertama 2026, World Gold Council memperkirakan aktivitas tersebut sebenarnya masih tinggi karena tidak seluruh transaksi dilaporkan ke Dana Moneter Internasional (IMF).

China disebut sebagai salah satu negara yang terus menambah cadangan emas.

Menurut J.P. Morgan, impor emas bersih China meningkat tajam pada kuartal pertama 2026, seiring upaya negara tersebut memperkuat cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan terhadap aset berbasis dolar AS.

Secara keseluruhan, peluang harga emas mencetak rekor tertinggi baru pada 2026 masih terbuka.

Namun, arah pergerakannya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik, kebijakan The Fed, serta berlanjut atau tidaknya pembelian emas oleh bank-bank sentral dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Defisit APBN 2026 Melebar, Utang Pemerintah Diproyeksi Tembus Rp10.600 Triliun
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pertamina Berhasil Bawa LPG 45,9 Ribu Metrik Ton LPG dari AS
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bom Rakitan Meledak di Tasik Buntut Cekcok PKL, Penjual Es Teh Jadi Tersangka
• 23 jam laludetik.com
thumb
Bupati Dijadwalkan Hadir, Sidang Hak Angket DPRD Gowa Besok Digelar Terbuka
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bocoran Mobil Baru di GIIAS 2026, dari Honda Super-ONE hingga Wuling Aira ev
• 12 menit lalumedcom.id
Berhasil disimpan.