JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Laut mengonfirmasi bahwa sebanyak 100 prajuritnya telah bertolak ke Italia untuk menjemput Giuseppe Garibaldi, kapal induk hibah dari negara tersebut.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Marsekal Pertama Tunggul mengatakan, 100 prajurit TNI AL ini akan berlatih sebelum mengawaki kapal induk pertama Indonesia itu.
“Saat ini perkembangannya, kru dari Garibaldi sudah berada di Italia untuk melaksanakan serangkaian pelatihan sebelum pelaksanaan penyeberangan,” ujar Tunggul saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/7/2026).
Setelah itu, mereka akan membawa Giuseppe Garibaldi berlayar ke Indonesia dengan skema joint crew, yakni pengawak gabungan yang terdiri atas personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia.
Baca juga: Kadispenal: TNI AL Tunggu Keputusan Kemenhan Soal Penggunaan Rudal Brahmos
“Kemudian setelah tiba di Indonesia akan dilaksanakan serah terima sampai dengan 100 persen pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut,” jelas dia.
Terkait pangkalan sandar, Tunggul mengatakan Lampung menjadi salah satu lokasi yang disiapkan untuk mengakomodasi kapal induk tersebut.
Pembangunan fasilitas labuh dan sandar masih berlangsung, dengan target seluruh infrastruktur telah siap sebelum Giuseppe Garibaldi tiba di Indonesia.
Diberitakan sebelumnya, TNI Angkatan Laut akan mengirim 100 prajurit pengawak pendahulu untuk menjemput kapal induk Giuseppe Garibaldi di Italia, Juli 2026.
Prajurit TNI AL itu akan berangkat ke Italia pada 10 Juli 2026 untuk mempelajari pengoperasian kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan dihibahkan kepada Indonesia.
Baca juga: TNI AL Bakal Kirim 100 Prajurit ke Italia untuk Pelatihan Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali berharap personel tersebut dapat diberangkatkan ke Italia pada 10 Juli 2026 untuk mempersiapkan proses pengoperasian kapal.
“Untuk kesiapan mengawaki kapal induk, kita menyiapkan 100 orang, nanti terdiri dari satgas dan dari pengawak pendahuluan,” ujar Ali di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Ali juga menyampaikan, kapal induk tersebut diharapkan akan tiba di Indonesia sebelum 5 Oktober 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




