JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengajak para alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk mengambil peran strategis dalam membangun peradaban Islam sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
Menurut dia, kolaborasi para alumni lintas kampus dan lintas agama menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia sebagai episentrum peradaban modern dunia Islam.
Hal itu disampaikan Nasaruddin saat menghadiri rangkaian Festival Muharam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PTKIN yang mengusung tema "Rekonstruksi Peradaban Islam untuk Membangun Dunia Baru".
Nasaruddin menjelaskan, Festival Muharam IKA PTKIN merupakan agenda tahunan yang diisi dengan seminar, pameran, serta berbagai diskusi ilmiah yang berpuncak di Jakarta.
BACA JUGA:UIN Jakarta Segera Jadi PTKIN Perdana Berstatus PTNBH, Kampus Jamin Tak Berujung Kenaikan UKT
Tema yang diangkat, menurut dia, mencerminkan tekad alumni PTKIN untuk berkontribusi menghadapi tantangan global melalui kolaborasi berbagai elemen bangsa.
"Kita akan proaktif mengantisipasi tantangan zaman dengan berkolaborasi seluruh alumni PTKIN dan STAIN se-Indonesia," ujar Nasaruddin di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia menambahkan, gerakan tersebut tidak hanya melibatkan alumni PTKIN negeri, tetapi juga akan merangkul perguruan tinggi keagamaan Islam swasta hingga perguruan tinggi keagamaan agama lain, seperti Katolik, Kristen, Hindu, dan Buddha.
Menurut Nasaruddin, penguatan moral bangsa menjadi fondasi utama dalam membangun Indonesia yang maju. Sebab, kemajuan ekonomi dan teknologi tidak akan memiliki makna tanpa ditopang moralitas yang kuat.
"Tanpa ketinggian moralitas kita, tidak mungkin bisa mengangkat martabat Indonesia lebih tinggi," ujarnya.
BACA JUGA:Banyak Kasus Kekerasan, Kemenag akan Tertibkan Pesantren Ilegal untuk Cegah Penyimpangan
Karena itu, kata dia, alumni PTKIN berkomitmen memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional, termasuk mendukung visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang banyak bersinggungan dengan dinamika geopolitik internasional.
Ia pun berharap Indonesia pada masa mendatang mampu tampil sebagai pusat peradaban modern dunia Islam melalui penguatan pemikiran, pendidikan, dan moralitas masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Forum Nasional Ikatan Keluarga Alumni PTKIN, Prof Sahiron Syamsuddin mengatakan, organisasi alumni ini akan memfokuskan programnya pada penguatan sumber daya manusia untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menurut dia, Indonesia memerlukan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki kedewasaan beragama sehingga mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.
- 1
- 2
- »





