Berkat fokus pada ekosistem terpusat tersebut, perusahaan ini secara konsisten mencatatkan pendapatan bersih hingga ratusan juta rupiah per bulan sejak tahun 2023.
Kapasitas operasional CV. Game Digital Indonesia melalui platform Tokovalorant ditopang oleh penyediaan layanan komprehensif bagi para pemain. Layanan tersebut mencakup transaksi jual beli akun, jasa penyewaan (rental), fasilitas peningkatan peringkat (joki), hingga layanan pengisian saldo virtual (top up).
Penguasaan pangsa pasar ini berawal dari titik krisis yang dialami pendirinya, Aldo Handrian. Pengusaha muda kelahiran 14 Desember 2004 ini merintis bisnis pada masa pandemi saat masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Bisnis ini justru bermula dari kerugian finansial akibat minimnya literasi saat berinvestasi di instrumen saham dan aset kripto. Saat itu, seluruh modal habis, termasuk dana kelolaan milik orang tua. Rasa bersalah itu memaksa saya memutar otak dan menjual peralatan gaming pribadi sebagai modal untuk mencari peluang baru di sektor transaksi digital," ungkap Aldo Handrian membeberkan rekam jejak awal usahanya.
Validasi Komunitas dan Ekspansi Digital
Melihat tingginya perputaran transaksi akun game melalui grup komunitas di Facebook dan Instagram, Aldo Handrian memutuskan untuk memprofesionalkan layanannya dan meresmikan usahanya di bawah badan hukum CV. Game Digital Indonesia.
Untuk membangun tingkat kepercayaan publik dan memberikan validasi terhadap layanannya, manajemen mengambil langkah strategis dengan merekrut atlet esports profesional dari tim Alter Ego, Rayvaldo Chandra alias "ray4c", sebagai duta merek (Brand Ambassador). Status ray4c sebagai kampiun APAC Predator League 2025 dan figur sentral yang dikenal dengan gaya bermain ikonik menggunakan agen Raze, dinilai efektif memperkuat kredibilitas platform.
Sistem tata kelola bisnis yang terstruktur di Tokovalorant kemudian menjadi fondasi bagi perusahaan untuk melebarkan sayap. Saat ini, ekosistem CV. Game Digital Indonesia telah berekspansi mengelola sejumlah entitas digital lain, meliputi Pointgo, Pointgamers, Nexura, Hidden Game, hingga agensi publikasi Vixral.
Menatap proyeksi jangka panjang, Aldo Handrian menegaskan bahwa arah gerak perusahaannya tidak sekadar berfokus pada metrik penjualan. "Misi jangka panjang CV. Game Digital Indonesia adalah terus melahirkan inovasi mutakhir dan memastikan eksistensi bisnis kami mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi pemberdayaan ekosistem komunitas game, baik di tingkat nasional maupun global," pungkas Aldo Handrian.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(RUL)





