Sekjen PKB: NU Perlu Refreshing Kepemimpinan, Bukan yang Sekarang

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) M. Hasanuddin Wahid menilai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membutuhkan penyegaran kepemimpinan menjelang Muktamar ke-35.

Menurut Hasanuddin, NU memerlukan sosok baru yang mampu mengembalikan marwah organisasi sekaligus meredam konflik internal yang belakangan muncul ke ruang publik.

"Kalau saya sih menganggap bahwa NU perlu di-refreshing. Jadi di-refresh lah ya. Kenapa? Karena tanpa ada refreshing ini, akan menjadikan peran, fungsi, marwah, martabat NU ke depan dalam kehidupan beragama, kemasyarakatan, kebangsaan akan semakin terpuruk," kata Hasanuddin dalam Diskusi Publik Ruang Temu AI & Agama di Kantor DPP PKB, Rabu (15/7).

Ia menilai, dalam lima tahun terakhir masyarakat lebih sering menyaksikan konflik di kalangan elite NU dibanding kiprah organisasi dalam mengayomi warga.

"Lima tahun terakhir ini kan kita lihat, kita dipertontonkan konflik para elitnya secara terbuka. Jadi lebih banyak cerita konflik daripada cerita keberhasilan mengayomi masyarakat," ujarnya.

Karena itu, Hasanuddin berharap Ketua Umum PBNU periode mendatang merupakan figur baru yang mampu menyatukan kembali warga Nahdlatul Ulama.

"Silakan dipilih mau siapa pun yang penting yang bukan sekarang. Cari yang kemudian lebih meneduhkan, yang bisa ngayomi, yang nggak suka mengumbar konflik," katanya.

Hasanuddin juga menepis anggapan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tidak memiliki rekam jejak di struktur NU. Ia menyebut Cak Imin pernah menjadi Rais Syuriah ranting NU di Jakarta Selatan.

"Cak Imin itu Rais Syuriah Ranting NU di Jakarta Selatan," ujarnya.

Selain itu, Hasanuddin menilai munculnya petisi yang menolak pencalonan sejumlah tokoh sebagai Ketua Umum PBNU merupakan bagian dari aspirasi warga Nahdliyin yang patut didengar.

"Itu kan cerminan dari suara akar rumput Nahdliyin. Kalau itu cerminan suara akar rumput saja nggak didengarkan, bagaimana dia akan jadi pemimpin yang baik," katanya.

Muktamar ke-35 PBNU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Selain membahas agenda organisasi, forum tersebut akan memilih Ketua Umum PBNU untuk periode berikutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rodrigo De Paul tekankan pentingnya mental saat hadapi Inggris
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Populer: Purbaya Sebut Pikap Impor KDMP Bakal Diaudit; Prasabri Pimpin PT Pos
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Thailand Merevisi Kebijakan Bebas Visa, Masa Tinggal Dipangkas Menjadi 30 Hari untuk 59 Negara
• 52 menit lalupantau.com
thumb
Komisi II Sorot Istri Baru ASN Tetap Dapat Uang Pensiun Sampai Meninggal
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Panji Bangsa Gelar Turnamen Minisoccer Sambut Harlah ke-28 PKB, Parpol Bakal Ikut Serta
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.