Kasus Bom MAN 3 Padang, Analis Terorisme Soroti Fenomena Composite Violent Extremism

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kasus peledakan bom rakitan yang dilakukan oleh seorang pelajar berinisial R di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang, Sumatra Barat, menguak pergeseran pola radikalisasi di kalangan remaja.

Analis Terorisme, Noor Huda Ismail, menilai bahwa aksi nekat yang dipicu oleh masalah perundungan ini tidak bisa lagi dilihat murni melalui kacamata radikalisasi ideologi atau agama konvensional.

Menurutnya, fenomena ini secara akademis lebih tepat disebut sebagai Composite Violent Extremism atau ekstremisme kekerasan campuran.

"Kalau dulu orang bergabung ideologinya jelas, seperti Al-Qaeda atau ISIS. Kalau sekarang digerakkan oleh masalah psikologis. Mereka mencari jawaban dan mencopot (ideologi) dari mana-mana yang ada di internet," jelas Noor Huda dalam program Primetime News, Metro TV, Rabu 15 Juli 2026. 
 

Baca Juga :

Motif Perundungan di Balik Aksi Teror Bom Pelajar MAN 3 Padang

Krisis Identitas dan Jati Diri

Noor Huda menjelaskan bahwa kemajuan teknologi dan masifnya media sosial telah mengubah perilaku anak muda dalam mencari jati diri.

Remaja yang sedang mengalami kebingungan identitas sering kali menemukan "wadah" yang salah di internet, seperti tergabung dalam True Crime Community atau meniru (copycat) peristiwa kekerasan dari luar negeri maupun kasus sebelumnya, seperti di SMAN 72 Jakarta.

"Anak muda yang mengalami kebingungan terhadap identitas dirinya akan mencopot informasi dari mana-mana di internet untuk mencari jawaban atas masalah psikologis mereka. Internet, termasuk media sosial dan klub-klub daring, menjadi tempat mereka menemukan jati diri sekaligus skill seperti merakit bom," terangnya.

Noor Huda juga mengapresiasi langkah kepolisian yang memposisikan pelaku (R) sebagai korban. Ia menekankan bahwa tekanan mental atau perundungan saat ini tidak hanya terjadi secara fisik di sekolah, tetapi juga sangat rentan terjadi di dunia maya (cyberbullying).

Oleh karena itu, pendekatan terhadap kasus kekerasan anak dan remaja harus diperluas dengan memperhatikan kesejahteraan digital (digital well-being).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Lumajang Sediakan Area Khusus UMKM Saat Nobar Semifinal Piala Dunia 2026
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Minum Kopi Hitam Tanpa Gula Setiap Hari, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
dr Tifa Siapkan Pertanyaan Pamungkas untuk Jokowi di Sidang: Jika Jawabnya Mencla-mencle Lagi, Tahulah Siapa yang Bohong
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Pramono: Kalau Ada Lift Rusak, Segera Diperbaiki!
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek Gas Raksasa Blok Masela Besok
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.