Pesawat Jatuh Tewaskan 260 Orang, Misteri Penyebabnya Segera Terungkap

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sebuah derek mengangkat puing-puing pesawat Air India, yang jatuh saat lepas landas dari sebuah bandara di Ahmedabad, India, 14 Juni 2025. (REUTERS/Amit Dave)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyelidikan kecelakaan pesawat Air India yang menewaskan 260 orang tahun lalu kini memasuki tahap akhir. Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) menyatakan transkrip perekam suara kokpit (cockpit voice recorder/CVR) telah selesai disusun.

AAIB juga mengungkapkan telah melakukan otopsi psikologis serta merampungkan sebagian besar tahapan investigasi. Dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan, AAIB menyatakan penyelidikan kini berada pada fase analisis.

"Temuan dan kesimpulan sedang disusun di berbagai bidang operasional, teknis, faktor manusia, dan organisasi," tulis AAIB, seperti dikutip Reuters, Rabu (15/7/2026).


Pilihan Redaksi
  • Trump Batalkan Rencana "Jatah Preman" 20% di Hormuz, tapi...
  • Sibuk Perang di Iran, Trump Kena "Hajar" di Negeri Sendiri
  • Trump Blokade Iran Lagi, Teheran Beri Ancaman Jauh Lebih "Mematikan"

Lembaga itu juga memperkirakan seluruh aktivitas investigasi yang tersisa akan rampung dalam waktu sekitar enam minggu, bergantung pada sejumlah faktor eksternal yang masih ditunggu.

Meski demikian, AAIB tidak mengungkap siapa yang melakukan otopsi psikologis maupun hasil analisis tersebut. Badan investigasi itu juga masih menunggu analisis data dari unit pemantauan mesin yang diterima pada akhir Mei, sementara evaluasi terhadap sejumlah faktor organisasi masih berlangsung.

Dalam proses penyelidikan, AAIB telah mewawancarai pilot Boeing 787 Air India, awak kabin yang sebelumnya pernah terbang bersama pilot pesawat nahas tersebut, personel teknis yang menyiapkan pesawat, pengatur lalu lintas udara, petugas cuaca, hingga pakar faktor manusia. Keluarga awak penerbangan juga didatangi di kediaman mereka pada tahap awal investigasi.

Dokumen itu muncul setelah gugatan yang diajukan Pushkar Raj Sabharwal, ayah kapten pesawat. Ia mengaku keberatan karena saat kunjungan ke rumahnya tahun lalu, pejabat AAIB dinilai menyiratkan bahwa putranya memutus aliran bahan bakar ke mesin pesawat sesaat setelah lepas landas.

AAIB juga menyoroti maraknya spekulasi yang berkembang di media. Menurut lembaga tersebut, narasi yang menyalahkan pilot telah membuat sejumlah saksi menjadi "tertutup dan tidak responsif", sehingga berpotensi menghambat proses pengumpulan informasi.

Laporan akhir investigasi diperkirakan mulai disusun pada Oktober mendatang. Setelah itu, draf laporan akan dibagikan kepada negara-negara yang terlibat dalam investigasi, termasuk Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB), untuk memperoleh masukan sebelum dipublikasikan secara resmi.

Sebelumnya, Reuters melaporkan penilaian awal pejabat AS menyebut rekaman percakapan di kokpit mendukung dugaan bahwa kapten pesawat memutus aliran bahan bakar ke mesin. Namun, AAIB saat itu menegaskan bahwa "masih terlalu dini untuk mencapai kesimpulan yang pasti" terkait penyebab kecelakaan tersebut.

Baca: Tiga Perwira Senior Ditangkap Korupsi RS Militer Rp 1,14 T

(tfa/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Puing Pesawat Kargo Pakistan yang Jatuh di Laut Arab Ditemukan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonomi China Kuartal II 2026 Cuma Tumbuh 4,3%, Terlemah dalam 3 Tahun Terakhir
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Kepala Kemenag DIY Sebut Sudah Laporkan 11 Gratifikasi, Ceritanya Viral di FB
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Royal Enfield Shotgun 650 Rough Crafts Hanya 4 Unit di Indonesia, Harga Rp329 Juta
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Bunga Reyza Ungkap Alasan Mingse Cepat Disukai, Tembus Chart 2 Negara
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Bakal Periksa Bobby Rizaldi, KPK Pastikan Kerja Sama dengan BPK Tak Terganggu
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.