Menanti JPO Baru di Tendean, Sangat Dibutuhkan Warga tetapi Anggarannya Belum Ada

kompas.com
17 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasib jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, yang roboh setelah ditabrak truk pengangkut alat berat mulai menemui titik terang.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan JPO tersebut akan dibangun kembali karena keberadaannya dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.

Namun, pembangunan JPO baru masih menunggu kepastian sumber pendanaan. Sebab, anggaran untuk pembangunan tersebut belum tersedia dalam waktu dekat.

Baca juga: Membuka Suara dari Balik Barcode: Upaya Polisi Dorong Siswa Laporkan Bullying hingga Narkoba

JPO Dipastikan Dibangun Kembali

Pramono mengatakan, keberadaan JPO di Jalan Kapten Tendean tidak bisa dibiarkan hilang begitu saja.

Sebab, Jalan Kapten Tendean merupakan kawasan padat lalu lintas sehingga fasilitas penyeberangan itu harus segera tersedia kembali.

“Kami segera ingin membangun itu karena termasuk JPO yang strategis,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Menurut dia, keputusan membangun kembali JPO tidak berubah meski saat ini pemerintah belum memiliki anggaran yang siap digunakan.

Pramono menjelaskan, pernyataan Dinas Bina Marga yang sebelumnya menyebut JPO belum akan dibangun bukan berarti proyek tersebut dibatalkan. Kendalanya hanya pada ketersediaan dana.

Baca juga: Prajurit TNI Jadi Sopir Truk Tangki BBM Pertamina, Ini Penjelasan Pihak Istana

Pendanaan Masih Dicari

Untuk mempercepat pembangunan JPO, Pramono mengatakan pemerintah membuka berbagai opsi pembiayaan, salah satunya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI juga mempertimbangkan memanfaatkan dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) jika memungkinkan.

“Kalau Bina Marga menyampaikan bahwa belum akan dibangun karena anggarannya belum ada, maka saya akan mencarikan ruang apakah melalui APBD Perubahan, atau dana-dana CSR, atau dana-dana KLB, atau kami mengundang strategic partner untuk membangun itu," kata Pramono.

Proses Ganti Rugi Diserahkan ke Dinas dan APH

Sementara itu, terkait biaya pembangunan kembali JPO, Pramono menyerahkan proses pertanggungjawaban kepada Dinas Bina Marga bersama aparat penegak hukum (APH).

Ia menegaskan Pemprov DKI akan menempuh mekanisme yang berlaku untuk menghitung kerugian dan menentukan pihak yang harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Baca juga: Balap Liar Kuasai Jalan di Rawamangun Jaktim, Polisi Tingkatkan Patroli

“Nanti biar dinas terkait beserta APH yang akan memproses itu, apakah dilakukan penuntutan atau tidak, tentunya dinas terkait dan APH yang akan melakukannya,” ucap Pramono

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Diketahui, JPO Tendean mengalami kerusakan berat setelah ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa (14/7/2026) dini hari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Argentina Kantongi Tiket Final Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Inggris dengan Skor 2-1
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
LPS Sebut Rekening Baru Belum Optimal Himpun Dana
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Menkeu Purbaya: Base Money Sempat Nol, karena Itu Dana Pemerintah Masuk ke Bank
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
TNI Bentuk Tim Investigasi untuk Selidiki Ledakan di Gudang Amunisi Madiun
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Wamenag Minta Ledakan di MAN 3 Padang Tak Dikaitkan dengan Radikalisme
• 13 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.