Amerika Serikat (AS) menyerang pertahanan pantai dan situs rudal Iran pada hari Rabu (15/7/2026).
IDXChannel - Amerika Serikat (AS) menyerang pertahanan pantai dan situs rudal Iran pada hari Rabu (15/7/2026), setelah memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap pelabuhannya.
Sementara Iran mengancam akan menghentikan lebih banyak ekspor energi regional, dengan mengatakan bahwa mereka terlibat dalam perang eksistensial dengan Amerika.
Dilansir dari laman Reuters Kamis (16/7/2026), eskalasi terbaru ini terjadi beberapa hari setelah gencatan senjata yang rapuh sehingga meningkatkan kemungkinan kembalinya perang skala penuh.
Permusuhan telah meningkat sejak Iran mengatakan pada Sabtu malam bahwa mereka telah menutup Selat Hormuz. Operasi militer juga mencegah kapal-kapal untuk melintasi jalur vital tersebut, yang sebelum perang mengangkut sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas global.
Minyak mentah Brent, patokan internasional, ditutup pada level tertinggi satu bulan di USD84,95 per barel pada hari Rabu.
Sementara itu, Komando Pusat AS mengatakan militer telah menyerang sistem pertahanan pantai dan lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Tunb Raya Iran mulai sekitar pukul 6 pagi EDT (1000 GMT), dan telah menyelesaikan gelombang serangan dalam waktu sekitar 90 menit.
Lalu sembilan jam kemudian, Komando Pusat melaporkan gelombang serangan kedua.
"Serangan tersebut menargetkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang bebas melintas melalui Selat Hormuz. Militer AS meminta pertanggungjawaban Iran atas arahan Panglima Tertinggi," kata Komando Pusat di X.
Tiga pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa serangan AS yang bertujuan untuk memaksa pembukaan selat juga menargetkan kemampuan militer Iran yang ingin dihancurkan AS sebelum melakukan operasi yang lebih kompleks.
Menyusul serangan terbaru, kantor berita Iran Mehr mengatakan empat lokasi di sekitar kota Ahvaz diserang, tepat di pedalaman dari ujung utara Teluk Persia, begitu pula Bandar Abbas, kota pelabuhan utama Iran di Selat Hormuz.
Dalam kedua kasus tersebut, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, kata Mehr. Kantor berita Iran Tasnim mengatakan ledakan terdengar di kota Konarak, di ujung selatan Iran di Teluk Oman.
(kunthi fahmar sandy)





